Bulan Januari menjadi waktu paling banyak diisi bloggers. Sedikit berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Maksudnya diisi?
Ya..aku percaya dengan konsep ‘mengisi’ dan ‘diisi’, konsep di mana kita memberi dan kita diberi serta sebaliknya. Bentuknya? APAPUN…berupa ilmu, pengalaman hidup, kesempatan, jaringan hingga materi.
Hubungan ini memastikan bahwa manusia terus beribadah dalam berbagai konteks (Surat Adz Dzariyat:56) secara individual dan tetap bermanfaat secara sosial (HR. Bukhari). Konkritnya?
Jadwalku mengisi ;
14 Januari : UNS (Solo)
22 Januari : Tim #8
26 Januari : UNJ (Jakarta)
27 Januari : Indonesian Future Leaders (IFL) chapter Yogyakarta dan Tim #8
29 Januari : Islamic Book Fair (IBF) GOR UNY
Jadwalku diisi ;
13 Januari : Liqo Darul Fath
14-15 Januari : Bertemu rekan-rekan Indonesia Student Coalition (ISC) di Solo
17 Januari : Bertemu Iman (Ketua BEM FIS UNY)
18 Januari : Bertemu Pak Sudjarwadi (Rektor UGM)
20 Januari : Bertemu Pak Rimawan (Dosen FEB UGM) dan Liqo Darul Fath
25 Januari : Bertemu Hanta Yuda (Political Analyst and Researcher Indonesian Institute) di Depok
Dari aktivitas diisi dan mengisi di atas, aku paling surprise ketika bertemu dengan Iman. Yup, ia mahasiswa UNY yang saat ini diberi amanah sebagai Ketua BEM FIS UNY. Sebelumnya ia juga dipercaya untuk menjadi sekretaris Lembaga Dakwah Kampus (LDF) tingkat fakultas.
Apa yang membuatku terkesan? Kemampuannya mengelola potensi intelektual, spritual, emotional, dan berbagai bentuk kecerdasan lainnya dengan baik.
Selain sebagai ketua BEM Fakultas, setelah ditelusuri ia merupakan atlet panahan berprestasi dan beberapa kali sempat mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Konsistensi prestasinya sejak bersekolah inilah yang membuatnya dapat masuk kuliah dan memperoleh fasilitas asrama secara gratis.
Dengan kegiatan di atas, bagaimana dengan akademiknya? Iman membuktikan bahwa ia tetap mampu cumlaide, sungguh membanggakan!
Pertemuanku dengannya berawal dari intensitasku mengisi forum BEM FIS (dulu FISE) UNY setiap tahun sejak 2009. Puncaknya, sekitar akhir Nov 2010, aku bertemu dengan Iman secara personal dan ia memberiku amanah untuk mengisi forum di jurusannya.
Iman berasal dari Samarinda (Kaltim), cukup jauh memang, namun, tidak jauh berbeda dengan anak-anak rantau lainnya yang kukenal, sosok Iman mengingatkanku pada diri ini di masa lalu, namun sekarang Iman setidaknya membuatnya jadi lebih baik! Semangat, kerja keras, kenyakinan, dan totalitasnya, …begitu terasa.
Aku hanya bisa membantunya sebaik mungkin dan berdoa agar Iman selalu dilindungi dan diberi kekuatan olehNya untuk setia berjuang dan memberikan yang terbaik kepada umat. Aamiin yaa Rabbalalamin.
iyaa,, saya setuju bangett ..
kalau kita melakukan sesuatu pasti balasannya akan sama seperti kita berbuat sesuatu ituu .. iya,, kan ???
hehe
yup..bahkan lebih malah. belum lagi hal-hal ajaib lainnya, hehe..
asyik pula.haha
hukum sebab akibat ya…
terimakasih infonya,.,manfaat banget bagi kami