SUCCESS UAN & SNMPTN

Kolom ini ditulis dengan niatan agar adik-adik yang akan mengikuti UAN/SNMPTN mampu melewati tahapan ini dengan baik.

Oh iya, kakak sendiri, adalah contoh kurang baik karena keterima di UGM pada kesempatan kedua (2005), setelah tahun pertama (2004), kakak belum diterima di kampus-kampus negeri terbaik. Dengan pengalaman dan sedikit pengetahuan yang ada, kakak berharap kalian bisa jadi lebih baik. Aamiin yaa Rabbalalamin.

kira-kira apa penyebab kakak ngga diterima? Ini dia jawabannya..

Pertama, kakak anggap sepele. Karena memang berada di kelas unggulan, mengikuti 2 bimbingan belajar, dan beberapa kelas privat, saat itu kaka merasa sudah cukup dan yakin dengan segala sesuatunya.

Kedua, kakak gagal membagi prioritas. masih asik bermain dan akhirnya diri lupa dengan masa depan.

Ketiga, lupa bahwa standar dan kualitas pembelajaran yang diperlukan untuk lulus di PTN-PTN terbaik di negeri ini tinggi. Kakak dulu SD sampai SMA di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara. Tepatnya SD Swasta Pertiwi, SMP Negeri 11, dan SMA Negeri 3

Akhirnya, sudah bisa ditebak, setelah resmi mendapat kabar tidak lulus, kakak galau, walaupun pertolonganNya datang tak terduga dengan memperoleh peluang beasiswa Diploma 1 Manajemen Rumah Sakit CITS-UGM. Kesempatan beasiswa ini hadir, karena sebelumnya ada promosi masif dari CITS-UGM yang baru didirikan. Jadilah Kakak iseng mencobanya.

Kakak terbiasa merencanakan sesuatu dengan berbagai alternatifnya, sehingga, apapun peluang untuk memperbesarnya, akan kakak lakukan walaupun di awal menurut anggapan banyak orang tidak baik. Kebiasaan positif inilah yang turut membantu (Keinginan telah terpatri, pokoknya, kuliah harus di Jawa!).

Pilihan jurusan ini diambil juga dengan pertimbangan saat itu karena paman diberi amanah sebagai direktur rumah sakit dan Mama ingin anaknya menjadi dokter. Manajemen Rumah Sakit mungkin dianggap ‘masih’ dalam satu marga dengan dokter. Hehe..Alasan pertama ini cukup kuat kakak terima, karena ekonomi keluarga pas-pasan. Sehingga, setelah selesai kuliah, maka kakak akan langsung bekerja.

Hati menolak..diri tak menerima. Kakak berusaha menghadirkan Alasan kedua, bahwa fase ini merupakan pemanasan, agar lebih maksimal menghadapi perkuliahan sesungguhnya. Karena pada dasarnya, kakak sangat tertarik dengan politik dan ingin mempelajarinya lebih sejak kelas 2 SMA. Pertarungan dua alasan ini akhirnya mencapai klimaks, ketika Kakak diterima pada pilihan pertama di Jurusan Politik dan Pemerintahan UGM

(oh iya, pilihan keduanya waktu itu adalah Ilmu Sejarah UGM, kakak masuk via Ujian Masuk (UM) UGM dengan sumbangan 5 juta rupiah. Alhamdulillah, setelah semester 3, Kakak memperoleh 2 beasiswa sekaligus, yakni Tanoto Foundation untuk kuliah gratis 8 semester dengan tunjangan hidup sebesar 500 ribu/bulan, sehingga uang semester 1 & 2 diganti. namun sumbangan sebesar 5 juta rupiah tidak diganti. Dan Beasiswa dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri dengan fasilitas tempat tinggal dan fasilitas, soft skills, jaringan (networking), spritual, dll selama 2 tahun).

Nah..kalau urusan sudah diterima, mungkin cerita selanjutnya, adik-adik bisa membaca blog kakak aja. Namun, ini beberapa tips/trik agar kalian dapat LULUS dan diterima dijurusan yang sesuai

1. Mengapa memilih jurusan karena orang lain BERBAHAYA?

  • Hati tak tenang, raga tak nyaman..galau selalu menghadang
  • Bagaimana cara menghindarinya? Pertama, komunikasikan minat dan cita-citamu kepada orang tua
  • Kedua, tunjukkan keseriusan ini dengan capaian yang sudah dan akan diraih, misal aktivitas selama ini lewat organisasi di sekolah, prestasi yang telah diraih.
  • Pastikan bahwa di jurusan yang dipilih, adik-adik bisa membanggakan orang tua

2. Trus..kalau milih kampusnya, gimana?

  • Pastikan bahwa jurusan di kampus itu memang yang terbaik. Untuk alternatif, cari passing grade di bawah pilihan pertama dalam rentang 5-10%
  • Pilihan kedua dan ketiga bukan asal2an karena pertimbangan masa depan, peluang, dan tantangan yang hadir bersamanya
  • Kalau bingung, tanya guru, alumni kampus dari jurusan itu, senior di SMA, Tentor Bimbingan Belajar
  • Pertimbangkan biaya kuliah, untuk hidup per bulan, akses transportasi, dan lingkungan
  • Jangan sampai membebani orang tua di awal bila memang kurang memungkinkan. Namun, bila terpaksa cobalah sambil bekerja bila belum dapat beasiswa
  • Berpindah lingkungan dari rumah ke kampus, karena ingin lebih baik dan siap menjadi yang terbaik. Selektiflah memilih lingkungan.

 3. Tips terbaik menghadapi UAN/SNMPTN, menurut Kakak apa?

  • Terus berlatih soal-soal, pelajari jawabannya, kembangkan jawaban itu untuk mengingat berbagai materi pelajaran terkait
  • Prioritas materi pelajaran untuk dikuasai agar lebih efektif menghasilkan nilai (passing grade) misalnya kemampuan dasar via matematika dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
  • Jangan berspekulasi bila pada ujian ada pengurangan poin, karena resikonya terlalu besar
  • Bila ada rezeki, coba ikutin bimbingan belajar atau les privat pelajaran tambahan
  • Ketika tes berlangsung,  isi biodata diri, nomor ujian secara hati2. Isilah data tersebut sesuai dengan yang adik-adik isi ketika mendaftar UAN/SNMPTN, karena satu kesalahan saja mengarsir biodata diri atau nomor ujian, maka adik-adik akan GAGAL, meskipun Adik-adik bisa mengisi jawaban-jawaban soal.
  • Perhatikan kondisi raga dan jiwa. Jangan terlalu memaksakan karena akan menjadi beban, padahal ini harus dinikmati
  • Dinikmati? Maksudnya? Yup..ujian bisa mendewasakan, karena membuat diri terlatih menghadapi dan menyikapi masalah. Cemunguudh eaa!!
  • Jangan lari atau malah terbebani. Hadapi dan TUNTASKAN dengan sebaik-baiknya. Ini waktunya DEWASA BRO!
  • Istirahat yang cukup, atur pola makan, suplemen vitamin, dan rutin berolahraga
  • Minta doa kepada keluarga dan orang tua, khususnya kepada Ibu. Karena ridho darinya, turut membuat langit membantu kita meraih cita2
  • Persiapkan alat-alat tulis beserta pengganti (cadangan), sapu tangan atau tisue, serta membawa air mineral.

4. Jurusan dan Kampusnya udah..kalau ngga keterima gimana mas?

  • Cobalah tahun kedua atau periode berikutnya. Bisa jadi karena kesalahan teknis, kurang persiapan atau disebabkan faktor x lainnya
  • Lihat kampus-kampus lainnya, swasta spt Paramadina, Binus, UPH, UAJY, UPN, Univ. Muhammadiyah.., insititusi pendidikan tinggi profesi, biasanya ada yang mengadakan seleksi dan sesudah SNMPTN, spt STT Telkom, STPDN, STAN, STIS, AKMIL, AKPOL, dll
  • Bila nilai rapor rata2 8, biasanya singapura, jepang, dan beberapa negara lainnya tertarik untuk memberikan beasiswa
  • Masuk sekolah vokasi (diploma) bila memang orientasi berikutnya ingin bekerja atau berwirausaha. Karena disini lebih mengasah pada berbagai keterampilan (skills)
  • Bekerja, mulai bangun karir dari awal, sambil melihat kans untuk melanjutkan studi kembali di tengah-tengah masa kerja
  • Berwirausaha, modalnya? KEJUJURAN!

 5. Biar kuliah sukses, apa tipsnya Kak?

  • Hentikan euforia. Nama kampus atau jurusan terbukti tidak mampu ‘membesarkan’ diri. Jadi terus belajar, jangan cepat berpuas
  • Ingat cita-cita yang dijadikan dasar memilih jurusan dan menetap di kampus ini. JANGAN LUPA  janji dengan orang tua.
  • Sekolah pasif, karena informasi lebih banyak diberikan. Kalau kuliah sebaliknya, harus aktif bahkan responsif. Tak bisa berdiam, apalagi menunggu..gerak dan terus seperti itu
  • Selain kuliah isilah waktu dengan berbagai aktivitas positif lainnya. Aktif organisasi, belajar bahasa asing, mencintai budaya bangsa lewat bermusik, menari, membatik, atau aktif di unit kegiatan olahraga
  • Membaca, tanpa baca maka ia tak layak disebut mahasiswa. Setelah baca, maka diskusikanlah kemudian TULISLAH, ‘BERAKSILAH’!

 Jika saya punya waktu 8 jam untuk menebang pohon, maka saya akan habiskan 6 jam untuk mengasah kapak saya (Abraham Lincoln)

5 thoughts on “SUCCESS UAN & SNMPTN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s