“Sesudah Hampa dan Sebelum Cahaya”

fikirku terlalu jauh melambung
aku terus melaju tanpa kusadari
berjalan, berlari, terjatuh, …
akhirnya bangkit dan harus kembali melalui

satu kenyakinan yang tetap membuatku percaya,
bahwa diujung sana ada cahaya..
yang kelak menyinari jalan hampa
dan akhirnya akan berubah,
terasa hangat saat menyapa semua

tak pernah ragu pada kekuatan hati
komitmen jiwa yang terpatri pada sanubari
Idealisme ini tenangkan jiwa

ingatkan kanda pada bunda yang bersahaja
yang membelai mesra dengan senyuman khas,
apa adanya,
mataku terpejam dan naluri berguman..
….bersyukurlah!!

One thought on ““Sesudah Hampa dan Sebelum Cahaya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s