Catatan Harian Mahasiswa Indonesia (Bagian Kelima)

MENYAMBUT SANG PEMIMPIN

Peluang menjadi manusia terbaik ternyata tak semudah seperti mimpi hadir ketika tidur. Semuanya kembali kepada kemauan, tekad, dan semangat agar hidup tetap memiliki nilai tambah dan selalu bermakna. Banyak di antara kita, khususnya generasi muda kurang menyadari potensi dirinya. Padahal optimalisasi peran kaum muda di masa mendatang menjadi penting, mengingat mereka-lah generasi penerus bangsa ini. Kesadaran tentang realitas ini perlu dibangkitkan demi memberikan sebuah harapan baru tentang masa depan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Rakyat sudah cukup lama mengalami penderitaan, keterbelakangan, dan keterpurukan dalam hidupnya. Tugas dan tanggung jawab kaum muda-lah akhirnya untuk memastikan harapan tentang masa depan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat tidak hanya sekedar wacana atau mimpi belaka.

Dengan kondisi demikian perlu dipersiapkan beberapa hal penting oleh generasi muda, Pertama, kompetensi, semua wacana perubahan yang ditawarkan oleh kaum muda di masa mendatang, harus berbasiskan kompetensi. Kompetensi lahir dari aktivitas intelektual dan pengabdiaan ilmu kepada masyarakat. Selain membuktikan bahwa generasi muda sebagai aktor utama yang menggerakkan perubahan, mereka diharapkan juga mampu berperan sebagai problem solver secara konsisten. Berfikir atau menganggap ada pihak lain yang akan melakukan pertanggungjawaban seperti ini, seringkali justru menghambat proses perubahan dan realisasi aksi riil, karena masing-masing pihak lebih cenderung saling mengharapkan. Intinya, lakukan! selagi kita mampu dan jangan pernah menunda pekerjaan bila itu menyangkut hak rakyat.

Kedua, manajemen diri. Tidak ada kesuksesan tanpa disiplin. Menjadi yang terbaik, membutuhkan pengorbanan ekstra dan dedikasi yang berkesinambungan. Bagaimana mengelola waktu, membagi peran terhadap aktivitas yang dimiliki, merespon kewajiban, dan menjawab tantangan yang dihadapi. Tanpa pengelolaan diri yang baik, secara otomatis generasi muda akan sulit menjadi bagian dari masa depan dan solusi bangsa ini.

Ketiga, Integritas. Point ini sangat penting dalam menunjang kredibilitas. Apapun prestasi yang sudah dipersembahkan, tidak ada artinya bila diri belum mampu terkendali dengan baik. Aspek integritas relevan dengan moral dan kepekaan. Tentu untuk menghadirkannya, intensitas interaksi dengan realitas menjadi urgen mengingat di sanalah proses integrasi integritas melekat dalam diri.

Keempat, sinergi. Sehebat apapun diri ini, jejaring tetap dibutuhkan untuk membuat visi ideal kita tentang rakyat, Indonesia, dan dunia terealisasi dan mudah dipahami. Aktivitas di organisasi, komunitas serta pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi semakin penting dalam membangun jejaring. Hal ini demi menjamin interkonektivitas jejaring dengan segala dunia, baik nyata maupun maya. Revolusi teknologi informasi dan komunikasi saat ini menghantarkan pada sebuah fase, di mana kerjasama tidak hanya dilakukan sebatas hubungan diplomatik antar negara, namun, sudah melampaui pada tahapan personal

Prestasi apapun yang ingin kita raih akan terwujud bila mampu menghadirkan keempatnya secara konsisten di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Generasi muda akan tampil menjadi figur alternatif yang menjanjikan di masa mendatang, karena memiliki kejelasan pribadi, profesionalisme sikap, dan kemampuan yang tidak diragukan. Tanpa rasionalisasi dan alasan yang konkrit, sangat sulit bagi siapapun menolak generasi emas ini berkontribusi membangun Indonesia kita.

One thought on “Catatan Harian Mahasiswa Indonesia (Bagian Kelima)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s