Catatan Harian Mahasiswa Indonesia (Bagian Kelima Belas)

PERSEMBAHAN UNTUK PAPUA

Di Hiro Rasulullah menjemput wahyu
Gie menuju Semeru mendengarkan isi kalbu
Tetralogi ditulis Pram di Pulau Buru
Gandhi hanya ‘membisu’ melawan desing peluru

Manusia punya nama dan karya atas dunia
Setelahnya fana mengemuka…meninggalkan lara
Aku bertanya pada Papua
Ada apa di sana?
Apa yang kuberikan untuknya?
Nama…karya…apa?

Aku bukan Rasullullah, Gie, Pram…Aku adalah Aku yang hanya mampu berbuat seperti yang kutau

Bahkan Aku malu, saat ini bila tak mampu berbuat sesuatu untukmu

Aku ingin membaktikan utuh diriku
Bersama rakyat yang telah jemu menunggu

Mereka yang menapaki hidup tanpa ada makna baru
Tak berbekas ..layaknya angin menyapu
Tetap tertinggal debu dan masih banyak juga yang tertipu

Masa terus melaju
Menapaki waktu yang berlalu
Aku ingin bertemu Papuaku dan memadu rindu
Melampiaskan hasrat yang menggebu

Tak hanya Dari Sabang sampai merauke,
dan Dari Miangas sampai Pulau Rote
Aku ingin menyaksikan keagungan dan kedigdayaan Indonesia
Seperti nusantara disatukan majapahit dan sriwijaya
Sebagaimana Washington hingga Obama bersama Amerika

Tidak ada yang berubah…sejak dulu,
Kebangkitan dan kemajuan bangsa hanya ada bila kita bersama
Untuk semua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s