Catatan harian Mahasiswa Indonesia (Bagian Kedua Belas)

REFLEKSI

Melodi hati mengiringi diri
mengalun bersama imaji
mengemuka dan berbuah memori
simfoni ini memberi arti
seperti rotasi dalam hari

Hidup dan mati adalah bukti
peran pribadi sebagai abdi
lupa dan khilaf sering menjadi alibi
sisi manusiawi membenarkannya sebagai ekspresi
menghilangkan nurani, merusak potensi
berganti…terus terjadi berulang kali

Aku ingin bersimpuh, mengharap iba
dalam sujud dan doa seorang hamba
bersama cinta milikNya dan manusia
terlalu banyak dosa terbingkai dalam pigura

hati yang lupa membuat jiwa hampa
siapa dan makna kita sebenarnya
merasa diri berharga..
ternyata hanya ada hina !

One thought on “Catatan harian Mahasiswa Indonesia (Bagian Kedua Belas)

  1. Pantaskah jika hanya diri yang menghiba?
    Pantaskah jika diri yang kerap menyadari?
    Belukar hati kian ranum
    Berbuah alang-alang yang berduri
    Jika diri telah dirasai, mengapa tak coba melihat sekeliling?
    menjangkau apa yang ada di hadapan
    meraba apa yang ada bersandar
    tak kan luka, tak kan sakit, tak kan mati
    hanya penerimaan, cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s