Kembali ke Ibukota-2 (Tamat)

Melanjutkan tulisan yang sebelumnya bersambung karena aktivitasku hari ini.  Namun, sebelumnya,  sekedar memberitahukan para blogger, terkait dengan  Catatan Harian Mahasiswa Indonesia, tulisan tersebut, mulai sekarang, hanya akan diupdate lewat note FB, sedangkan di dalam blog ini sendiri fokus untuk membahas berbagai aktivitas yang Agung lakukan.

(Kembali ke laptop……), Ada beberapa hal yang kami lakukan di Jakarta selain hadir pada acara launching di FX Centre dan PRJ Kemayoran, berikut jadwal lengkapnya;

Rabu (09/06/2010)

  • Grand Launching HP Seri Pendidikan ti-Phone Edu di FX Centre  (12.00-17.00)

Acara di empat ini digelar dengan cukup meriah selain karena dihadiri oleh rekan-rekan jurnalis, juga disebabkan gaya kocak Edwin sebagai MC. Namun, disayangkan para model yang notabene masih duduk di SMA, dijadikan model peragaan bersama HP Edukasi yang baru dilauching. Padahal seharusnya sense of education sudah seharusnya tetap konsisten melekat pada produk pendidikan ini. Lagi-lagi ini soal pengemasan dan cara pasar menjual …Setelah dibuka oleh MC, acara berikutnya dilanjutan berturut-turut dengan sambutan dari ti-phone, GCM ednovation, dan Dewan Riset Nasional sebelum akhirnya ditutup acara penganugerahaan dari MURI dan talkshow.

Pasca penutupan acara, para mobile agent perwakilan Jakarta dan Banten mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas agenda bersama lainnya dan teknis pelaksanaan sosialisasi sekolah dan pasar untuk mendistribusikan software dan HP Edukasi ini.

  • Ketemu Anies Baswedan (18.30-1945)

Pertemuan dengan Mas Anies selalu saja menghadirkan banyak inspirasi. Di tengah keletihan yang luar biasa, anggota rombongan tetap antusias menjalani pertemuan ini. Buktinya pasca ketemuan bersama beliau, kami memperoleh banyak masukan positif yang diharapkan mampu mendukung stabilitas internal GCM ednovation. Terkait dengan bentuk kelembagaan, riset pasar sebagai basis data, dan penyikapan-penyikapan startegis lanjutan yang bisa dikerjakan. Yang menarik, beliau bersedia menjadi ‘penasehat informal’ yang siap untuk mendukung setiap langkah kami mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, beliau berpesan…”dont do jogja way…i think, if u want to understand about business and something like that u must change ur mindset and approach…ehm, like this!


Kamis (10/06/2010)

  • Kunjungan ke Seamolecs (10.00-12.30)

Seamolecs sendiri merupakan konsorsium bersama menteri pendidikan se-ASEAN, yang di Indonesia fokus pada Open Source dan Biologi Tropis. Namun, untuk Open Source, basis produk yang dijadikan adalah mobile games. Oleh karenanya, penjajakan kerjasama dengan mereka diharapkan terkait dengan ASEAN Network yang sudah terjalin selama ini. Sangat disayangkan, pertemuan dengan Direktur Seamolecs sendiri ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Padahal rombongan kami, sudah bersiap sesuai dengan arahan janji yang dibuat.

  • Pameran ti-Phone di PRJ Kemayoran

Ini kali pertama rombongan kami menginjakkan kaki di PRJ Kemayoran. Walaupun agak tersesat, akhirnya kami sampai juga di tempat acara. Dengan tiket hari biasa sebesar 15 ribu dan hari libur 20 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati aneka kuliner dan hiburan menarik dari para artis pendukung acara. Untuk kemarin, karena hari pertama pembukaan, acara berlangsung formal, karena dihadiri oleh Presiden. Namun tidak mengurangi semarak dan kemeriahan kembang api yang menghias langit ibukota malam itu. Kembali yang menjadi catatanku kali ini, adalah para SPG yang didominasi para wanita belia yang sangat minim berpakaian. Aku terkadang berfikir kenapa sampai seperti itu berbagai  perusahaan mengeksploitasi perempuan. Walau itu bagian dari kesadaran si SPG, pemerintah daerah sudah seharusnya tegas menerapkan ’batasan norma’ kepada perusahaan.  Hal ini demi menyelamatkan anak-anak kita dari pengaruh kurang etik dari realitas tersebut. Karena, banyak pengunjung yang hadir membawa serta keluarganya.

Pasca acara di PRJ, kami terbagi dalam 2 kelompok, satu balik ke Jogja (Pak Rio, Gusde, dan Fajar). Sedangkan kami, A’an, Amri, dan Saya tetap di Jakarta untuk melanjutkan pertemuan dengan beberapa klien lainnya.

Jum’at (11/06/2010

  • Ketemu Nanang Suryanto (Direktur Eksekutif Mien R. Uno Foundation)

Pertemuan dengan beliau dilaksanakan pukul 10.00-11.05 WIB. Cukup mengejutkan kami, karena Nanang Suryanto yang kubayangkan tua dan sudah berumur. Namun, yang kusaksikan adalah anak muda yang selisih usia denganku berkisar 5 tahunan. Beliau cukup open mind dan santai sambil seksama memperhatikan penjelasan persentasi kami tentang GCM ednovation dan teknologi mobile learning yang telah kami hasilkan.

Oh iya, pertemuan dengan beliau, merupakan follow up dari komunikasi pasca bersama mas Sandy via SMS. Aku makin kagum dan hormat dengan cara beliau menyikapi dan merespon usaha kami. Pertemuan berjalan lancar dan di luar ekspektasiku, hari rabu pekan depan, akan ada utusan dari mereka datang ke Jogja.

  • Prijono Tjiptoherijanto (Guru Besar FE UI)

Agenda terakhir sebelum bertolak menuju Jogja, kami menyambangi Universitas Pancasila, menemui Prof. Prijono. Beliau cukup terbuka dan positif menyambut kami. Sambil kami mempersentasikan, beliau juga menjelaskan peluang-peluang lanjutan yang bisa kami kerjakan untuk mengoptimalkan berbagai kemungkinan akselerasi usaha ini terjadi.

Itulah beberapa agenda yang kami kerjakan di ibukota, penuh perjuangan…namun menyenangkan. Mohon doa dan saran dari rekan-rekan semua. Semangat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s