TEGAS

Perasaan berkecamuk saat mendengar pidato presiden terkait konflik dengan Malaysia. Aku bingung kenapa sekelas presiden, pernyataan yang keluar hanya seperti itu. Kali kedua, aku kembali kecewa terhadap pidato yang disampaikannya setelah kasus Centruy yang menghebohkan.

Apa sih kurangnya negeri ini sebagai basis argumentasi diplomasi ‘hard power’? ini bukan berarti perang! Tapi, ketegasan! Ketegasan seorang panglima tertinggi yang menyampaikan pidatonya di Mabes TNI. Seperti kehilangan ruh, jiwa, dan kebanggaan aku mendengar pidatonya. Kehormatanku sebagai warga negeri ini terluka.

Seharusnya emang gimana pidato yang tegas? Sederhana, pertama, kalau pun sengketa perbatasan belum tuntas, tarik duta besar kita dan pulangkan duta besar mereka. Nota protes, surat, dan dokumentasi lainnya seperti tidak cukup untuk memberi efek jera terhadap negeri jiran ini. Kedua, penghentian sementara pengiriman TKI sampai jelasnya perlindungan hukum dan profesionalnya jasa pengiriman TKI di dalam negeri. Kita sudah bosan mendengar kabar duka yang selalu mengiringi keheban pahlawan devisa

Ketiga, bila langkah-langkah di atas belum juga ditindaklanjuti secara strategis, bisa dilanjutkan kepada bentuk advokasi pengadilan internasional, menghentikan pengiriman TKI, boikot produk-produk, nasionalisasi aset, penyiapan pasukan khusus di garis terluar untuk mengatasi psy war dan agresi mereka.  Konsekuensinya? Pasti ada dan banyak…kenapa ngga? Harkat dan martabat bangsa ini tidak ada harganya.

Bangsa ini sudah kronis, bila tidak segera disembuhkan akan semakin bahaya. Persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa menjadi bagian penting proses penyembuhan ini. Tidak lain, tidak bukan, bila kita ingin kuat dan hebat, kita harus bersatu.

Kalau pun ada salah satu bagian yang harus diamputasi, akan tetap kita lalui agar penyembuhannya lebih sempurna dan keadaaannya jadi lebih baik.

Bangsa ini dibangun dengan kebesaran sejarah para pendirinya, yang rela dan ikhlas mengorbankan semua milikinya. Sekarang waktunya, sebagai pewaris dan generasi masa depan Indonesia membuktikan bahwa kita bisa melakukan yang terbaik dan lebih baik dari para pendahulu.

2 thoughts on “TEGAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s