Bohong dan Kebohongan

Menurut KBBI, bohong memiliki definisi tidak sesuai dengan hal (keadaan dsb) yg sebenarnya; dan dusta. Atau bisa bermakna, bukan yg sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan). Sedangkan kebohongan adalah perihal bohong; sesuatu yang bohong.

Apa yang menarik dari bohong dan Kebohongan?  Beberapa hari terakhir, sejak pertemuan tokoh lintas agama (yang berlangsung pada tanggal 10 Januari 2011), pemerintah kembali mendapat kritikan tajam. Konteks ini tidak banyak diperhitungkan banyak kalangan, karena biasanya muncul dari Parlemen.

Melihat konstelasi yang berkembang, ada semacam ketidakpuasan jamak di kalangan civil society. Apalagi kasus Century Gate dan Gayus terus mengemuka, menjadi santapan sehari-hari masyarakat Indonesia bahkan dunia. Pemerintah sepertinya tidak memiliki kapabilitas plus kredibilitas untuk menjalankan roda pemerintahan secara efektif.

Selain dinilai lamban, juga kurang bernyali. Terlihat terlalu banyak masalah yang memang ditanggapi namun tanpa ada aksi. Semua sebatas janji, belum diikuti bukti dan prestasi. Timbul pertanyaan, karena sekarang sebenarnya adalah periode akhir kepemimpinan SBY, apa yang beliau dikhawatirkan seandainya, lebih berani dan tegas dalam bersikap?

Manifestasi sistem presidensil harusnya bisa dikuatkan, karena beban yang diterima oleh pemerintah tidak sebesar sebelumnya. Inilah keanehan itu. Selain semakin menunjukkan tren menurun, kinerja pemerintah saat ini boleh dibilang minim terobosan. Sebagian hari-hari pemerintahan hanya dihiasi kontroversi, pencitraan, dan politik dagang sapi.

Malam ini pertemuan dengan tokoh lintas agama akan diadakan di istana, bukan berharap namun setidaknya ini adalah langkah strategis bahwa negeri ini menjadi milik bersama. Kita perlu cahaya dari berbagai pihak untuk lebih baik. Bila sekedar menyalahkan dan mencari kambing hitam, sepertinya itu hal termudah. Pertanyaan berikutnya, maukah kita berbagi peran?

Inilah Bohong dan Kebohongan itu….

9 Kebohongan Lama Pemerintah

(http://nasional.kompas.com/read/2011/01/10/17295258/Ini.Sembilan.Kebohongan.Lama.Pemerintah)

Kebohongan pertama, pemerintah adalah mengatakan bahwa penduduk miskin 2010 mencapai 31,02 juta jiwa, apabila digunakan data penduduk yang layak menerima beras miskin, jumlahnya mencapai 70 juta. “Jika digunakan data penduduk yang berhak dapat Jamkesmas, jumlahnya 76,4 juta,

Kedua, menyangkut kebutuhan rakyat. pemerintah berjanji akan mengamankan sektor pangan, tetapi kenyataannya pemerintah malah menyerahkan harga kebutuhan rakyat tersebut pada mekanisme pasar. “Kesulitan hidup masif dirasakan rakyat,” ujarnya.

Kebohongan ketiga, terkait dengan ketahanan pangan dan energi. Pemerintah pernah mempromosikan terobosan dalam ketahanan pangan dan energi berupa padi Supertoy dan program Blue Energy yang sampai saat ini tidak jelas hasilnya.

Keempat, dalam pemberantasan teroris. Presiden SBY menyampaikan bahwa dirinya merupakan sasaran terorisme pada 2009. Cerita itu, kata Halid, hanyalah cerita lama. “Foto yang ditunjukkan Presiden (teroris latihan membidik wajah SBY) adalah foto lama yang disampaikan di DPR 2004,” katanya.

Kelima, dalam penegakan HAM, terkait dengan kasus Munir. SBY berjanji menuntaskan kasus Munir, tetapi hingga kini tidak ada perkembangan signifikan. “Korban pelanggaran HAM lainnya juga melakukan aksi setiap Kamis di depan Istana tanpa tanggapan,” ujar Yudi Latief melanjutkan Halid.

Yang keenam, berbohong dalam melaksanakan Undang-Undang Sisdiknas yang mengatakan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN di luar gaji guru dan dosen. Kenyataannya, hingga kini anggaran 20 persen APBN itu masih termasuk gaji guru, dosen, dan pendidikan kedinasan.

Ketujuh, terkait dengan kasus Lapindo. Presiden SBY meminta adanya solusi permanen kasus Lapindo. Namun, hingga kini para korban Lapindo masih menuntut haknya dengan menggelar aksi di sejumlah daerah. Selain itu, pada 7 Agustus 2009 malah diterbitkan SP3 kasus tersebut. “Pemerintah atau Lapindo tidak lagi berupaya menutup semburan lumpur,” katanya.

Kedelapan, terkait dengan kasus Newmont. Pada pidatonya di Manado pada 2009, Presiden meminta semua negara di dunia melindungi dan menyelamatkan laut. “SBY bohong sebab tiap hari Newmont membuang limbah ke Teluk Senunu, NTB, sebanyak 120.000 ton,” katanya.

Dan terakhir, terkait dengan kasus Freeport yang hingga awal 2011 ini tidak terlihat upaya berarti untuk renegosiasi kontrak, padahal pada 2006 pemerintah telah membentuk tim audit PT Freeport.

9 Kebohongan Baru Pemerintah (http://nasional.kompas.com/read/2011/01/10/20290154/Inilah.9.Kebohongan.Baru.Pemerintah) :

pertama pemerintah adalah saat presiden berpidato pada 17 Agustus 2010 yang isinya menjunjung tinggi pluralisme, toleransi, dan kebebasan beragama. Padahal kenyataannya, janji tersebut tidak terpenuhi.

Sepanjang 2010 terjadi 33 penyerangan fisik atas nama agama. “Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan, 2009 terjadi 40 kasus kekerasan ormas, 2010 menjadi 49 kasus,” katanya.

Kebohongan kedua, terkait kebebasan pers. Presiden menjanjikan jaminan terhadap kebebasan pers dan kepolisian berjanji akan menindak tegas setiap kasus kekerasan terhadap insan pers. “Namun, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat selama 2010 kasus kekerasan pers sebanyak 66 kasus meningkat dari 2009 yang 56 kasus.

Ketiga, kebohongan terkait perlindungan terhadap TKI atau pekerja migran. Presiden berjanji akan melengkapi TKI dengan telepon genggam agar tidak terjadi ketertutupan informasi, tetapi nyatanya, telpon genggam tidak juga diberikan dan memorandum untuk melindungi para TKI tidak juga dilakukan.

Keempat, terkait transparansi pemerintahan. Aktivis pemuda, Presiden SBY menyatakan bahwa kepindahan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Bank Dunia adalah atas dasar permintaan Bank Dunia. Namun, di sebuah media nasional diungkapkan bahwa kepindahan Sri Mulyani sesungguhnya merupakan paksaan dari Presiden. Seorang pejabat Kementerian Keuangan mengatakan, Sri Mulyani tidak pernah berniat mengundurkan diri.

Kelima, terkait pemberantasan korupsi. Presiden berkali-kali berjanji akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi di Indonesia. “Namun, riset ICW, dari pernyataan SBY yang mendukung korupsi, hanya 24 persen yang terlaksana,”

kebohongan keenam pemerintah adalah pengusutan rekening gendut para pewira Polri. Presiden menginstruksikan jika ada pelanggaran hukum, yang terkait harus diberikan sanksi. Jika tidak, Kapolri harus menjelaskan kepada masyarakat.

Namun kenyataannya, kata Haris, sampai saat ini baik masalah rekening gendut maupun pelaku penganiayaan aktivis ICW Tama S Langkan masih misterius. “Bahkan 7 Agustus 2010 dan 29 Desember 2010 dua Kapolri mengatakan, kasus ini ditutup,” katanya.

Kebohongan ketujuh, Presiden menjanjikan politik yang bersih, santun, dan beretika. Padahal kenyataannya, lanjut Haris, hingga kini, Andi Nurpati masih menjadi pengurus Partai Demokrat meskipun sudah diberhentikan tidak hormat oleh Dewan Kehormatan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Andi Nurpati melanggar peraturan KPU,” imbuhnya.

Kedelapan, terkait kasus mafia hukum. Kapolri Jenderal Timur Pradopo berjanji menyelesaikan kasus pelesiran terdakwa mafia pajak Gayus H Tambunan dalam 10 hari. Tapi kenyataannya tidak ada keterangan pers tentang hal tersebut. “Kapan Gayus keluar, pergi naik apa, dengan siapa, aktivitasnya, sekarang malah mencuat kasus baru, Gayus pelesir ke luar negeri,”

Dan kesembilan, kebohongan pemerintah menyangkut kedaulatan NKRI. Pada 1 September di Mabes TNI Cilangkap Presiden menyampaikan bahwa perlakuan tidak patut terhadap tiga petugas KKP sedang diusut. Pemerintah Malaysia sedang menginvestigasi masalah tersebut. “Tapi sampai saat ini tidak pernah diumumkan penjelasan atau hasil investigas apa pun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s