Mubarak (Tidak) Belajar dari Hitler

Aku menunggu kembali saat-saat ia diberitakan akan mundur. Dugaan ini diperkuat oleh pernyataan Militer Mesir dan Gedung Putih yang mengungkapkan, tuntutan demonstran akan segera dipenuhi kemarin malam. Media pun bergerak, ‘membesarkan’ keadaan ini, karena yang mengeluarkan pernyataan adalah pendukung utama rezim Hosni Mubarak. Massa membesar dan kembali membanjiri Tahrir Square.

Di tengah penantian itu, sesekali  aku mengganti saluran TV yang ku tonton, dari luar aku ke dalam negeri karena terdapat dua saluran TV yang turut juga menanyangkan langsung kejadian di Mesir. Namun, yang menarik di luar dua saluran TV dalam negeri tadi, ada sebuah stasiun yang menanyangkan film kejatuhan Hitler. Entah direncanakan atau tidak disengaja, paling tidak, tadi pagi logika ku berjalan linear dan cukup terbantu untuk mengetik kultwit tentang #Mesir.

Mengapa terbantu? Apa pelajaran yang bisa kita ambil?

Pertama, saat Hitler akan jatuh, kondisinya memang berbeda ketika Mubarak sekarang, Hitler di gempur Rusia habis-habisan dan mengalami kekalahan telak di negerinya sendiri. Hal ini bersamaan dengan banyak kekalahan yang dialami Jerman di medan Perang Dunia II. Namun, tetap dalam kenyakinannya, Hitler tidak akan meninggalkan Berlin apalagi menyerah.

Terkadang kenyakinan tidak cukup untuk menyelesaikan masalah bahkan bila berlebihan bisa berbuah blunderkenyakinan yang berlebihan bisa berbuah blunder. Mubarak tidak belajar dari Hitler. Saat Hitler menginstrusikan arahan-arahannya, sebagaian besar pasukan Jerman sudah terpecah belah karena para jenderalnya banyak yang menyerah.

Sedangkan Mubarak, saat tadi pagi memberikan pidato, tak ada sepatah kata pun menyatakan mundur, justru malah memastikan bahwa dirinya akan mengawal langsung proses suksesi dan transisi di Mesir secara damai. Mubarak sepertinya lupa pelajaran sejarah dan politik yang terus akan berulang, bahwa syarat ia berkuasa efektif adalah legitimasi. Hari ini, kita tidak melihat, hadirnya konfirmasi itu dari rakyat Mesir sebagai obyek.

Saat Mubarak berpidato, kekuatan utamanya, yakni rakyat dan militer sudah sepakat menginginkannya mundur. Walaupun diprediksi, rakyat dan militer yang dimaksud akan terpecah sebagaimana kita melihat kehadiran pasukan unta dan kuda secara tiba-tiba. Yang berbeda dari ini, adalah kekuatan moril yang diusung pemuda Mesir tanpa henti. Mereka mampu menginpirasi kelas menengah yang relatif terdidik untuk konsisten bertahan dan membuktikan kepada rakyat Mesir (secara keseluruhan) bahwa ada yang salah dan harus segera diakhiri.

Kedua, ketika tahu ia akan kalah, Hitler tetap memastikan dan cenderung memaksakan diri untuk menang dengan menyerang. Hal itu dibuktikan, saat-saat akhir ia tetap menginstruksikan semua jenderal yang bersamanya untuk tidak pernah menyerah. Tak jauh berbeda, kenyakinan Mubarak untuk bertahan, dilanjutkan dengan berbagai kebijakan, salah satu di antaranya, yakni menunjuk Wakil Presiden yakni Omar Sulaiman dan Perdana Menteri Ahmed Safiq, untuk mengawal jalannya pemerintahan.  Ia yakin Mesir bisa keluar dari krisis dan pada September nanti Pemilu bisa digelar.

Baik Jenderal-jenderal maupun wakil presiden hingga perdana menteri yang ada di atas, sebenarnya dilematis. Namun, itulah harga yang harus mereka bayar dari sebuah loyalitas.

Ketiga, Hitler bersama istrinya akhirnya bunuh diri. Bagaimana dengan Mubarak? Seperti apa kekuasaannya akan ia akhiri? Inilah yang masih menjadi misteri. Ketenangannya tadi pagi menyampaikan pidato luar biasa. Pemilihan kata, bahasa tubuh, dan intonasi cukup sempurna. Tak banyak pemimpin berkarakter sepertinya. Kagum tapi kesal. Masih ada sedikit kharisma melekat didirinya. Namun, semuanya hilang ketika di akhir pidato, kesan arogansi dan keangkuhannya mengemuka dan terlihat sangat jelas.

Mungkin misteri itu tidak untuk pecahkan saat ini, karena rakyat Mesir sudah sepakat untuk dua hal, perubahan dan lawan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s