Mendesain Jejaring Efektif-1

Membangun jaringan adalah seni, karena tidak ada rumusan pasti tentang cara membangunnya. Jaringan bukan hanya sekedar kumpulan daftar nama atau urutan abjad dari relasi. Jaringan layaknya taman bunga yang penuh dengan aneka jenis tanaman. Keindahan dan kesuburannya tergantung pada kemampuan kita sebagai tukang kebun. Beberapa tanaman mungkin perlu disiram, yang lainnya perlu dipupuk, atau sebagian lain perlu dipangkas atau bahkan dicabut agar tidak merusak tanaman lainnya. Bila kita tidak merawatnya, taman kita menjadi penuh dengan semak belukar. Taman tidak bisa menghasilkan bunga-bunga indah atau buah-buahan segar. Taman tidak berkembang dan tanaman tidak tumbuh dengan subur. Seperti itulah jaringan, jika kita mengembangkan dan merawatnya, suatu saat kita akan menikmati hasilnya pada kehidupan kita selanjutnya.

Membangun Soliditas Tim Jaringan

Sebelum lebih jauh membahas jaringan secara substansial, dalam kesempatan ini, perlu diketahui, bahwa setiap gerak dan aktivitas yang dilakukan, idealnya dilakukan secara kolektif  (organisasional), agar efeknya berkelanjutan. Tim Jaringan diharapkan memiliki SDM yang solid, yakni, mereka yang memiliki pengalaman organisasional dan mampu berkomunikasi dengan publik. Khusus untuk berkomunikasi dengan publik, ada beberapa hal pendukung yang dapat dilakukan, agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik, antaranya :

  1. link and Match tampilan fisik (pakaian, sepatu, tas terkait warna, bentuk dan proporsi lainnya)
  2. Body Language, tergantung lawan bicara, bila ekspresif, usahakan anda jadi pendengar yang baik, namun sebaliknya, bila yang bersangkutan pasif, gunakan kalimat efektif agar tidak terkesan menggurui.
  3. Eye Contact, tetap fokus melihat lawan bicara dalam ritme tertentu, agar yang bersangkutan tetap merasa dilibatkan
  4. Partisipatif dan emansipatorik, minta tanggapan atau saran terkait hal yang sudah anda sampaikan
  5. Humor
  6. Presentasi/handouts audio-visual bila terkait produk bila dibutuhkan
  7. Siapkan kartu nama untuk membuka hubungan dan menindaklanjuti interaksi yang sudah dilakukan

Kedua, perlu pembagian ranah kerja yang jelas, baik dalam konteks profesionalisme kerja maupun konteks geografis, di mana jaringan akan dibangun. Ketiga, usahakan rapat internal di dalam tim secara berkala, agar tindak lanjut jaringan yang dibangun dapat lebih maksimal. Karena pada waktu seperti ini, akan muncul ‘power of sharing’ seputar pengalaman di lapangan saat berinteraksi dengan publik, sehingga nantinyadiharapkan mampu memperkaya metode gerak masing-masing.

Mengembangkan dan Membangun Jaringan

Untuk mengembangkan dan membangun jaringan, diperlukan komitmen dan kegigihan. Karena jaringan ini adalah kumpulan pribadi-pribadi, yang masing-masing memiliki potensi serta berkembang dinamis, kemampuan seorang network builder (pembangun jaringan) untuk tetap ‘online’ dan ‘update’ menjadi penting.

Untuk menjadi pembangun jaringan yang handal, cukup “keluar dan bergerak” dari zona nyaman. Fleksibel dan proporsional dalam menempatkan diri. Tidak harus menjadi bintang dalam suatu pertemuan atau aktivitas, namun cobalah untuk berkomunikasi dengan berbagai media yang ada di sana. Menemui dan berbicaralah dengan satu orang atau siapa saja setiap hari. Berbagi ceritalah tentang kehidupan dan jadilah pendengar yang baik. Berikut ini adalah beberapa tips dari Betti Alisyahbana [2], untuk membangun jejaring:

  1. Alokasikan ulang waktu untuk membangun jejaring
  2. Mulailah membangun jejaring sekarang
  3. Peliharalah jejaring, sampai jejaring bisa memberikan manfaat
  4. Cari kesempatan untuk memberi dan menerima dalam jejaring yang sudah dibangun

Hal-hal berikut ini mempengaruhi kualitas jejaring:

  1. Pertemuan yang cukup teratur
  2. Hubungan yang personal
  3. Kenangan masa lalu bersama
  4. Adanya musuh bersama.

Membangun dan mengembangkan jaringan sama pentingnya dengan merawat dan memelihara jaringan. Harvey Mackay menulis sepuluh daftar teratas untuk tetap berhubungan denganjaringan. Kesepuluh daftar tersebut yaitu:

  1. Manfaatkanlah kalender secara kreatif
  2. Ingat peristiwa-peristiwa penting dalam komunitas kita
  3. Amatilah perubahan-perubahan yang terjadi pada pribadi/organisasi /perusahaan pada jaringan
  4. Kirimlah telegram, fax, atau e-mail
  5. Kliping peristiwa penting yang terjadi pada jaringan kita
  6. Manfaatkan tempat singgah kita secara konstruktif
  7. Jadilah perantara yang mampu menangani komunikasi di antara pihak yang sedang bertikai
  8. Telepon mereka sewaktu mereka ditimpa kemalangan
  9. Laporkan pada jaringan kita perubahan besar dalam situasi kita
  10. Hadirilah setiap undangan.

Strategi Gerak Tim Jaringan

  1. Media Massa : melibatkan media massa hadir dalam acara. Alangkah baiknya, bila mengundang mereka dalam sebuah jamuan / sarasehan (pre launching), untuk menjalin hubungan yang lebih strategis. Namun, bila belum ada kesempatan melakukannya, bisa melakukan kunjungan rutin ke media-media tersebut
  2. Pengusaha / Pejabat Daerah (bisa secara personal tanpa memakai institusi, dicoba disertakan dalam kerjasama) : idealnya di dalam tim terdapat rekan-rekan aktivis mahasiswa, karena biasanya, mereka memiliki jejaring yang cukup baik secara vertikal. Namun, bila di dalam tim belum ada anggota yang memiliki kriteria demikian, otomatis, jalur birokrasi mesti dilewati secara sabar dan bijaksana. Namun, coba renungkan dan petakan kembali, celah, di mana masih ada kemungkinan akselerasi koneksi bisa terjadi lewat hobi, profesi, kerabat, tetangga, dan sebagainya. Untuk berkomunikasi dengan pihak ini, rekan-rekan sudah harus siap, dengan berbagai bentuk bussiness plan yang ada
  3. Komunitas, baik yang sifatnya hobi (bersepeda, motor gede, pecinta lingkungan, kelompok entrepeuner, dsb). Pilihlah salah satu komunitas yang relevan untuk mengakselearasi penerimaan produk ke tangan publik

Pilihan-pilihan strategi gerak ini, disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan di daerah masing-masing.

Kiat Sukses Membangun Jaringan [3]

  • Mulailah dengan Cerdas

Sebagian besar menyarankan untuk membuat daftar teman-teman, kolega kerja, anggota keluarga, dan berbagai kontak lainnya serta mulai melakukan kontak. Tapi, ha litu harus dibarengi pula dengan mulai berbicara dengan orang-orang yang sama sekali tidak dikenal. Ketika Anda berkomunikasi dengan orang asing dan membua thubungan, Anda telah menyelesaikan satu langkah kunci di dalam membangun jejaring. Makin sering Anda melakukannya, Anda semakin percaya diri. Cobalah hal yang sama kepada orang lain yang sekadar kenal. Susunlah rencana di dalam membangun setiap jejaring. Berikut adalah tiga langkah di dalam membuat rencana jejaring :

  1. Tetapkan tujuan : Penting untuk mengetahui apa yang ingin diraih
  2. Buatlah tujuan dengan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Timed)
  3. Terbukalah terhadap peluang : Hati-hati, jangan sampai Anda terlalu fokus terhadap tujuan Anda, terlalu kaku dalam perencanaan, karena Anda bisa kehilangan peluang. Bangunlah jejaring dengan strategi maupun secara tidak sengaja.
  • Kenali Lebih Jauh

Dalam menyusun data jejaring, ada tiga hal yang harus diperhatikan :

  1. Bersikap bijaklah di dalam tiga hal – politik, agama, dan gender. Berhati-hatilah berbicara tentang hal tersebut. Hindarkan upaya mengasingkan orang lain
  2. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Setiap orang umumnya mengenali 200-250 orang. Secara otomatis, terlalu jauh untuk mewujudkan jejaring melibatkan 10.000 orang. Sedikit sekali orang yang mampu membangun jejaring sebesar itu secara baik. Tapi, jika Anda fokus pada hubungan yang baik, jejaring 200-250 orang itu lebih dari cukup
  3. Peliharalah informasi jejaring agar tetap terorganisasi dengan baik dan paling mutakhir
  • Evaluasi Kontak-Kontak Anda

Sekarang identifikasi orang-orang dalam jejaring Anda, telah masing-masing mereka menurut bagaimana mereka bisa membantu dan Anda membantu mereka. Banyak orang dalam hidup kita yang ada hanya karena kita menyukainya dan tanpa ada agenda spesifik. Yang lain adalah orang yang ingin membantu kita dalam kehidupan profesional maupun personal, dan sebaliknya, kita juga ingin membantu mereka.

Berikut adalah beberapa kriteriapenilaian kontak-kontak Anda :

  1. Seberapa mudah orang tersebut dihubungi?
  2. Akankah ia akan menelepon balik dengan segera (dalam 48 jam)? Bagaimana perasaan saya dibuatnya? Bersemangat? Loyo? Apakah saya bernilai? Apakah ia memperlakukan saya dengan hormat? Apakah saya nyaman berada di sekitarnya? Apakah yang saya peroleh darinya : umpan balik yang sangat berharga atau kritikan ?
  3. Apakah pengetahuan dan keahliannya berguna untuk saya?
  4. Apakah ia mau menyediakan waktu untuk saya?
  5. Apakah ia mempunyai akses terhadap orang lain yang bisa membantu saya?
  6. Apa yang dapat saya berikan kembali? Adakah seseorang yang bisa saya kenalkan dengannya? Apakah bisa saya ceritakan tentang organisasi atau kegiatan? Apa kompensasi yang diharapkan dari bantuan yang diberikannya? Uang tunai? Pengenalan? Advis? Referensi? Waktu?

Selanjutnya Anda perlu juga menelaah jejaring Anda secara umum :

  1. Siapa saja orang yang memiliki kekuatan membantu Anda melalui jejaring?
  2. Apa yang Anda butuhkan dari orang-orang ini? Apa yang Anda inginkan? Tahukah Anda perbedaannya? Apakah Anda telah menuliskannya?
  3. Apa cara terbaik mendekatinya? Siapa yang bisa mengenalkan Anda dengannya?
  4. Seberapa berharga mereka buat Anda? Apa yang mereka tawarkan?
  5. Seberapa bernilai Anda buat mereka? Apa yang Anda tawarkan?
  6. Secara sederhana, Anda harus menelaah peluang potensial. Di bawah ini adalah tiga cara mengelola orang dalamjejaring Anda, yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai Anda
  7. Berpikirlah secara realistis tentang kualitas kontak Anda
  8. Lepaskan hubungan satu arah

Referensi

Bahan Mata Kuliah Manajemen Jaringan Jurusan Politik dan Pemerintahan UGM

Perumpamaan yang digunakan dalam Pengantar, disadur dari beberapa Blog terkait Manajemen Jaringan

Betti Alisyahbana, dalam tulisan Manfaat Jejaring dan Cara Membangunnya, Ahad, 13 April 2008, http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/04/manfaat-jejaring-dan-cara-membangunnya.html

Portal HR, Membangun Jejaring untuk Sukses, di dalam Majalah Human Capital, http://www.portalhr.com/majalah/edisisebelumnya/pengembangan/1id21.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s