Blue Bird

Setelah duduk di dalam taksi, sebenarnya aku ingin segera memejamkan mata, karena begitu lelahnya. Aktivitas hari ini memang hanya satu, namun cukup menyita pikiran.

Aku langsung disambut salam khas, “Selamat malam Pak!”..”Tujuannya kemana…?”  Baik, jawabnya tanggap. Kita lewat Tol ini…dan jalur itu, sambungnya. Ia kemudian bertanya kembali..”Bapak ingin lewat jalur yang lain?” Terserah aja..itu jawabku, yang penting sampe Pak. Sambil tertawa..dan rasa males yang merajalela.

Hangat dan begitu sopan. Sebuah pelayanan khas nan istimewa yang rutin kuterima dari mereka. Sapaan tadi menyentuh jiwa sehingga semua terasa jadi lebih baik.

5 menit melaju, kami ditemani hujan cukup deras, namun tol malam ini cukup bersahabat dan terlihat lenggang dari biasanya. Si Bapak pun menjelaskan penyebabnya sambil memberitakan berbagai info dan perkembangan terbaru. Dari kebijakan baru di Tol yang melarang truk untuk lewat di antara jam (sebelum) jam 22.00 –  (sesudah) 04.00, sampai perkembangan aktual kondisi kebangsaan yang sedang terjadi. Aku seperti disuguhkan headline news atau sekilas info ala tayangan televisi darinya. Setidaknya pengetahuanku soal ibukota jadi lebih baik.

(Dalam diamku, gokil juga si Bapak. Udah mirip mahasiswa plus dosen kukira. Karena penjelasannya dibumbui pengalaman yang sudah ia lalui. .)

Kebiasaannya bercerita ini,  katanya memang biasa ia lakoni untuk menghibur rekan-rekannya. Ia berasal juga dari Medan, malah orang Medan asli karena suku beliau Melayu. Sedangkan Aku? Yup..’Medan Gadungan’ tepatnya..hehe, karena numpang lahir dan besar aja. Sedangkan kedua orang tuaku dari Jawa Minang.

Yang menarik, beliau sudah puluhan tahun ngga mudik, karena  biaya transporatsi yang semakin meroket seperti Pertamax *semi curcol*

Disela-sela perbincangan kami tentang pekerjaan dan keadaan Indonesia, timbul hasrat untuk menggali pribadi si Bapak lebih jauh.

Aku pun memulainya..”Udah lama pak kerja di sini?” Udah Mas, hampir 10 tahun. “Gimana Pak, nyaman?” Wah..lebih dari yang pernah saya bayangkan Mas. Soalnya, sebelum kerja di sini, saya hanya supir truk. Boleh dibilang, pekerjaan sebelumnya kurang begitu mencukupi kebutuhan. “Memang kalau sekarang udah Pak?” Yaa..lebih baik lah mas..karena, biaya kesehatan dan pendidikan keluarga ditanggung perusahaan, kami juga dapat komisi 10% setiap dapat penumpang, belum lagi fasilitas yang kami terima secara pribadi di luar keluarga. Intinya, perusahaan ingin kami selalu sehat dan kuat agar maksimal melayani penumpang.

Kalau udah semua ditanggung, jujur, saya kira, bekerjanya pun jadi lebih tenang Mas. Kita ngga dikejar-kejar setoran. Walau sedikit, yang penting halal.  Iya sih Pak..sambil kutimpali. Dia kemudian menambahkan, adanya kesempatan untuk memiliki perumahan sederhana atau motor bagi setiap karyawan. Ditambah insetif kenaikan jabatan bila kinerja memuaskan yang selalu dinilai (evaluasi) setiap 3 bulan.  Sambil cerita soal pekerjaan, aku juga bertanya soal keluarga beliau. Senang sekali mendengar, keempat anaknya mendapat fasilitas pendidikan dan kesehatan penuh dan bila memang memiliki kemampuan, pihak perusahaan tidak akan tanggung-tanggung menyekolahkan sampai jenjang S3.

Memang syarat masuk cukup berat, mulai tes fisik hingga non fisik. Tapi, demi membangun sebuah sistem yang baik dan profesional, kukira hal ini mutlak dilakukan. Karena taruhannya dari nyawa hingga kenyaman. Cukup kompleks memang, tapi, bila pondasinya dibangun terus menerus dan tetap dikontrol, maka tak ada yang tak mungkin.

Terima Kasih Pak..atas ilmu dan pengalamannya..membuat lelah jadi kembali menakutiku ^-^

2 thoughts on “Blue Bird

  1. senang ya bang bisa saling berbagi ilmu di luar sana, kadang dari pengamen, penjual, perawat, dll. yang justru ilmu itu menurut saya lebih mengena, yang memberi kita ilmu tidak pasti terdidik secara formal tapi terdidik oleh pengalaman hidup yang mungkin sangat berbeda dengan yang kita lalui.

    mari belajar dimana saja kapan saja dari siapa saja ^^

    1. iya…kadang klu udh sharing gitu, buat lupa. Yang tadinya laper, jadi kenyang, nah kalau kemarin ngantuk, jadi seger. Selain belajar banyak hal, juga buat kita lebih bersyukur aja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s