Kontrakan JW3 (Bagian Kedua-Tamat)

Aku punya mimpi

Untuk setiap tempat yang ku huni

Harapan ini harus kumiliki

Bila hidupku ingin berarti

Aku sering menyebutnya kontribusi

Sebuah dedikasi tanpa henti

Ini bukan janji

Karena ia kesadaran abadi

Bila setiap generasi ingin mengabdi

Modal untuk menjadi yang terbaik, dimiliki oleh JW3 sebagai kontrakan, bersama penghuni yang ada di dalamnya. Apa saja bentuknya :

1. Tradisi

Bersumber dari sejarah pemilik kontrakan, yakni Bapak Sejarah Indonesia, Sartono Kartodirjo, beberapa buku hasil tulisannya semakin menguatkan semangat para penghuni dan alumni JW3ers

2. Lingkungan

Rumah ibadah ada di dekat sini. Berada di tengah-tengah pemukiman warga, JW3 cukup kondusif. Baik dari segi kenyamanan, keamanan, dan kekeluargaan.

3.  Lokasi

Berada di Jalan Kaliurang, JW3,  cukup menjanjikan, karena berada sangat strategis di dekat kampus, tengah-tengah pusat kuliner (Pizza Hut, Hoka2  Bento, Sederhana, Food Fest, Warung Steak, dsb), dan Fasilitas Teknologi informasi (Platinum)

4. Alumni berprestasi yang terus memastikan diri untuk berkontribusi

Para alumni JW3 idealnya harus sekolah lagi (S2/S3), agar penetrasi jejaring lebih maksimal diberbagai ranah. Untuk saat ini, totalnya ada S2 (I orang), S1 (9 Orang), Mahasiswa (14 Orang). Sedangkan berkiprah di ranah public (4 orang), privat (2 orang), and third sector (1 orang).

Yang dibutuhkan adalah sang penjaga konsistensi agar modal-modal ini tidak hilang dan terus terjaga. Karena tak banyak tempat yang mampu mendesain nuansa kultural dengan substansi prosedural secara bersamaan dalam bingkai kebaikan.

Berat, susah, terkadang blunder. Bila itu mengalir saja. Oleh karenanya, tulisan kedua ini setidaknya bisa menyadarkan kita, (baik saya), alumni, para penghuni ataupun yang membaca untuk terus bekerja cerdas berproses dan belajar.

Nah daripada tambah serius (maaf…maaf…) mendingan liat lanjutan Profil Penghuni JW3 ers… Check it Out…

1. Dani Aufar

Beliau adalah ketua kontrakan yang baru diangkat menggantikan Saudara Arief Nur Pratama. Dengan diangkatnya beliau, bandul dan spektrum ideologi JW3 menjadi bergeser ‘ke kanan’ dan agak sedikit ‘ke kiri’..koq? kita liat evaluasi 100 hari pertama kepemimpinannya yaa.. sebagai bukti.

Waktu terpilih secara aklamasi, kami sedikit agak shock, seperti dirinya sendiri juga (yang sering ‘shock’), karena hanya berlangsung kurang lebih 2 menit. Beliau memang sudah disiapkan menjadi suksesor sebelumnya karena Arif harus meninggalkan kontrakan.

Dan pemerintahan yang baru diusungnya cukup prospektif, dengan suksesnya acara syukuran saat wisuda alumni JW3 yang lalu. Acara berlangsung dahsyat dan luar biasa…JW3 benar-benar semakin istimewa ^-^

Beliau pecinta buku, penggemar berat Real Madrid sekaligus Winning Eleven. Walaupun, di awal-awal hadirnya WE di JW3, beliau naif dan rada belagu. Karena setelah itu, sebenarnya justru ia  dedengkot yang berdiri di garis terdepan perjuangan WE ^-^

Mahasiswa FEB Angkt. 2007, ini punya sederet prestasi penulisan ilmiah, baik lokal maupun nasional. Efeknya dia dipercaya LIPI untuk menjadi mentor para pelajar di DIY dalam kepenulisan ilmiah dan riset. Saat ini aktif juga aktif sebagai peggiat antikorupsi sekaligus pengurus pada Lingkar Studi Bulaksumur (LSB).

Dani yang kami kenal, begitu ‘mistis’, ‘anugerah, ‘mahakarya’,…intinya sih agak lebay ^-^..walau banyak ‘fatwa’nya, (karena dulu beliau ketua jamaah muslim di ekonomi), yang relevan dengan zaman dan selera makan:)

2. Imam Fauzi

Membahas sosok yang satu ini, sepertinya note yang tertulis takkan cukup menggambarkannya. Ketika menyebut namanya, maka JW3ers, akan langsung mengingat sosok yang gokil, gawir, kreatif, unik, sedikit aneh tapi menarik…

di Dalam dirinya mengalir bakat musisi dan penulis sejati khas Batang. Yaa…Batang emang unik sebagai daerah tingkat II di Jawa Tengah, berhasil menelurkan sejumlah tokoh, mulai dari Goenawan Muhammad hingga Robot Gedek. Imam Fauzi, bisa jadi perpaduan bakat-bakat terpendam itu, yang terlewat untuk diekspos demi Batang yang lebih baik. Aamin

Di JW3ers, dia merupakan inisiator sekaligus  eksekutor ide-ide liar dan nakal bersama Arief (sang ketua). Jadi, bila mereka bersatu BAHAYA! karena bobot dan struktur tubuhnya cukup melebar dibandingkan yang lain. Amat sempurna bila berpadu dengan Arief yang gede. Jadilah, para korban, hanya pasrah…TERLALU!

Btw Imam masih tercatat sebagai mahasiswa FE Angkt. 2005. Saat ini bersama purnawirawan lainnya (termasuk aku), sedang berjuang menggapai status alumni:) Selain itu, beliau juga sedang merintis usaha ‘per-kambing-an’ secara mandiri dan turut membantu usaha keluarga di bidang yang sama secara kolektif.

Perlu diketahui, sebelum dua aktivitasnya di atas, Imam merupakan penerima dua beasiswa (sekaligus), dari Sampoerna Foundation dan PPSDMS Nurul Fikri. Ia banyak berkiprah di Jamaah Muslim Mahasiswa Ekonomi (Ketua), Gama Cendikia, Forum Lingkar Pena dan terakhir sempat terlibat dalam Tim Sukses Pemenangan Lakso Anindito sebagai Capresma Independen. Imam sempat menjadi Juara Triathlon Gama Cendikia, sebuah ajang prestisius, karena dilaksanakannya berbagai aktivitas ilmiah populer (di berbagai bidang) dalam satu waktu.

3. Aulia Rachman Al Fahmy

Malam kemarin, kontrakan kami dihebohkan dengan sebuah peristiwa. Yakni adanya paket berupa pasta yang ditujukkan untuk Ulil coret (panggilan Aulia saat di Balikpapan). Ini tidak biasa. Karena sang pengirim melakukannya di malam hari, kira-kira sekitar jam 11an.

Bersamaan dengan itu, memang hari ini, kita dikejutkan dengan paket buku yang berisi Bom untuk Ulil (yang sebenarnya). Jadilah, Kami bingung (hingga saat ini), karena pelakunya belum mengaku..walau  akhirnya, tanpa berfikir panjang kami langsung menghabisi, pasta yang kedinginan itu. Terima kasih deh..salam ukhuwah aja ^-^

Bagi Aulia, malam kemarin merupakan momentum fundamental, karena kini telah membuatnya berbeda, prikitiew. Ia mengakui bahwa itu kejadian pertama kalinya dalam hidup, di mana ada seseorang (misterius tapi perhatian) mengirimkan pasta tersebut.

Bila dicermati, Aulia banyak berubah pasca lembaga. Aku melihatnya lebih dewasa, sedikit tenang, cukup sensitif dan agak teratur. Awalnya kami bertanya-tanya, kenapa demikian. Karena ini cukup revolutif. Walau di masa-masa sekarang, kami akhirnya  mengerti..^-^

Penggemar Chelsea, Roberto Baggio, Capra, Naisbiit, and Ayat-Ayat Cinta ini,  adalah sayap tangguh milik JW3 Football Club. Selain itu kiprahnya di kampus cukup fenomenal, terlibat di HMI MPO dan Equilibrium (Persma FEB), beliau langsung menapaki karir sebagai Menteri Riset dan Media BEM KM dan kemudian mencalonkan diri sebagai Capresma UGM.

Apakah cukup itu? Tidak…Aul memiliki segudang prestasi, utamanya di bidang penulisan ilmiah dan riset. Tercatat beberapa kali, ia meraih tropi nasional untuk itu. Sekarang beliau aktif merintis Blog Ekonom Gila, menerima Job untuk web design dan perangkatnya, serta mendampingi rekan-rekan BEM KM UGM mengumpulkan para alumni.

Aul bercita-cita menjadi Balikpapan-1 di masa mendatang dengan basis ekonomnya. Beliau tidak main-main dengan itu, karena saat ini selain meluluskan diri, ia sedang mempersiapkan studi lanjutan ke negeri seberang nun jauh, setelah sebelumnya hanya diterima di Ecole Normale Superior di Paris tahun 2009, namun tidak dalam skema full scholarship

4. Fadly An Noor

Ini ‘kemasan’ relatif baru namun ‘isi’ lama di JW3. Anak-anak banyak memanggilnya Bang, Mas, atau cukup  Fadly saja, karena jiwa mudanya yang terus membara;)

Fadly agak beda kalau ditanya kiprah dan kontribusinya. Karena pakem JW3ers sebagian besar otak kiri. Namun beliau, justru sebaliknya. Dalam konteks itu, ia harus diakui mahir berwirausaha. Mulai dari tanaman organik, pupuk, hingga produk mobile learning telah dicobanya.

Tapi, harus diketahui beliau memiliki banyak pengalaman di bidang otak kiri juga sebenarnya, tercatat aktivitas beliau di AFS, Da’arut Tauhid, Jamaah muslim Fisipol, BEM KM, Komunitas Tangan di Atas. Terakhir beliau menjadi jawara bersama kelompoknya Capung dalam event ITB Entrepunership Challenge 2011.

5. Tastaftiyan Risfandy, SE, M.Si

Secara pribadi saya sepakat…namun, secara institusi kita perlu membahasnya…itulah kira-kira istilah yang dilemparnya saat membersamai rapat kontrakan.

Serius..awalnya, walau kalau ‘digocek’ dikit, jd ‘bocor’ juga. Hehe..agak tertutup, namun karena keterbukaannya anak2 yang ekstrem, ia jadi lebih terbuka menerima dan mendengar semua. Karena ia, memiliki perspektif yang berbeda dari cara kami melihat. Mungkin karena mengontrak merupakan hal baru untuknya.

Oh iya..Beliau penghuni baru JW3ers yang berhasil ‘dijebak’ Saudara Pugo (alumni JW3) untuk menemani kami. Dan satu-satunya mahasiswa pasca sarjana yang berada di kontrakan ini. Sosok pendiam nan misterius ini, merupakan warga Boyolali, yang saat S1 menempuh studi di UNS. Di sana ia aktif menggiatkan Syariah Economic Forum dan di sinilah pertemuannya dengan Pugo, kira-kira.

Di lingkungannya, ia tergabung dalam kelompok remaja mesjid. Untuk aktivitas yang terakhir ini, yakni remaja mesjid, di JW3, beliau membuktikan keteladannya. Sering mengingatkan kami, tidak melalui ucapan, namun langsung perbuatan, yakni saat adzan berkumandang, ia bergegas menunaikan Sholat berjamaah.

Hidupnya teratur, semuanya seperti sudah pada tempatnya. Kamarnya cukup rapi dan saat ini sedang sibuk menyiapkan tesis dan asisten dosen di diploma FEB UGM.

6. Al Malik Mufid

Gresik adalah asalnya. Malik aktif sebagai mahasiswa Hukum konsentrasi pidana Angkt 2006. Ia sedang berjuang menyelesaikan skripsi.

Dibesarkan dengan tradisi Muhammadiyah, Malik memberi warna tersendiri di JW3ers. Ia  juga penghuni baru, mungkin karena itu ia menjadi agak pendiam. Kalau menurutnya, pendiamnya ia karena JW3ers, Football Holic, sementara ia kurang suka sepak bola.

Keberadaannya di kontrakan tak lain karena kemampuan Lakso (Alumni JW3) untuk merayunya. It works..^-^ Malik akhirnya ‘terjebak’…

Bagi kami, Malik sosok yang penuh inisiatif, cukup bertanggung jawab, dan memahami perannya dengan baik di kontrakan, terbukti  dengan terpilihnya beliau sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga JW3 yang baru.

Saat ini, beliau agak sibuk mengurus UKM Perisai Diri. Beberapa prestasinya cukup menonjol di olahraga ini karena beliau pemegang Sabuk Hitam Dan..(lupa tingkatnya..tapi tinggi dah).

7. Ahmad Syahputra Utama

And I discovered that my castles stand…

Upon pillars of salt, and pillars of sand…

I’m a good boy

but now…

I’m not a boy anymore😄

errr…

maybe sometimes -_-“

(Info dari FB Ahmad Syahputra Utama)

Ketika melihat profil FB dan membayangkan wajahnya, aku senyum. Karena Ahmad cukup beda dari yang lain. Di balik kelabilannya;), ia adalah pria tangguh dan berkemauan keras. Ia berkeinginan menjadi pengusaha kuliner.

Salah satu yang membuat senyumku selalu hadir saat mengingatnya, tak lain, karena ke-musisi-annya. Mungkin ia musisi sejati yang pernah dimiliki JW3, selain Aulia, Imam, hingga Saiful Amri. Kamarnya persis di sebelah kamarku, sehingga suara melankolik cadas sering menemani di saat fajar menyongsong maupun malam-malam sepi menepi. Hehe.. Selain musik, ia ternyata Game Onliners sejati…jadi diskusilah soal itu kepadanya, bila rekan-rekan menemui jalan buntu.

Saat ini Ahmad masih tercatat sebagai mahasiswa FEB Angkt. 2008. Setelah amanahnya sebagai pengurus harian BEM FEB selesai, ia hijrah ke Bulaksumur Pos (Pers Mahasiswa Tingkat Universitas). Kiprahnya di Pers Mahasiswa sebenarnya bukan hal baru, karena ia memiliki minat yang cukup besar untuk menulis, terbukti dengan dimuatnya karyanya di harian Seputar Indonesia beberapa waktu yang lalu.

8. Riski Raisa Putra

Ia penghuni JW3 yang baru dan sering ‘diospek’ oleh anggota lainnya. Ia ikhlas menerima dan cukup dewasa memahaminya. Walau, anak-anak kontrakan (termasuk Aku), terkadang agak keterlaluan. Maafkan kami..:)

Urang awak ini sekarang menjadi Koordinator Lingkar Studi Bulaksumur (LSB) sekaligus Menteri Kajian JW3 (ditunggu proker yaa…) pasca selesainya amanah sebagai Ketua BEM FEB. Kiprahnya mengingatkan kita akan masa-masa emas para intelektual minang di negeri ini. Setidaknya, ia memberi harapan bahwa tanah Minangkabau masih setia melahirkan generasi terbaik untuk bangsa.

Sebagai anak bungsu di keluarganya, ia menjadi pusat perhatian dan curahan kasih sayang. Namun, ketika sampai di Jogja dan hadir di JW3, kesan itu tak muncul. Ia bahkan cukup bertanggung jawab terhadap hidup dan kiprahnya di sini.

Mengingatnya, aku selalu terkenang masa-masa di rumah sakit, saat pagi itu ketika selesai bersepeda dan ketika kerja bakti..semuanya mengutuhkan konstruksiku tentang Riski bahwa ia sedang….^-^

9. Hamid Dimyati

Ia penghuni baru dan termuda di JW3.  Asalnya dari Batang sama seperti Imam. Tak banyak yang kuketahui tentangnya. Selain karena jam tayang sedikit berbeda (baca: aktivitas), Hamid agak pendiam. Sepertinya untuk waktu-waktu ke depan, JW3ers perlu ‘menyikapi’ itu. Hehe..

Ketika Ayahnya ke Jogja dan menginap di Kontrakan, kami sempat berbincang dan beliau bercerita banyak soal keluarga dan khususnya mengungkapkan betapa bangganya kepada Hamid.

Sebagai anak kukira Hamid merasakan itu. Ia menjawab dengan berbagai berprestasi di sekolah. Dan dilanjutkan saat ia diterima di UGM.

Selain kuliah di jurusan Statistika, Hamid aktif di Hima dan BEM Fak. MIPA UGM. Tak sengaja, untuk kedua kalinya, aku bertemu dengannya dalam aktivitas yang berbeda namun substansinya sama, gerakan mahasiswa.

10. Eka Nugraha

Beliau tidak jauh berbeda seperti Fadly, yakni newbie, tp kemasan lama..Hehe..Sosoknya yang bijak sering menjadi dilema tersendiri serta ‘membingungkan’ bagi ‘kawan’ dan kawan. intinya kawan-kawan dah..Dalam dirinya mengalir darah pujangga lintas angkatan (dari balai pustaka sampe pasca reformasi dah..) karena romantisnya dia. Sesekali senandung melodi ia tautkan bersama puisinya yang khas.

Sebelum menjadi warga JW3, Eka sebenarnya sudah diangkat menjadi ‘anggota kehormatan’ JW3 saking seringnya silaturahim ke kontrakan. Eka masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Elektro. Di luar aktivitas akademiknya, beliau banyak berkiprah di BEM FT, BEM KM, hingga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat, KKN di Sorong Selatan, Papua Barat tahun 2009 bersama beberapa penghuni kontrakan yang lainnya.

Selesai pelaksanaan program di Papua Barat, beliau lebih banyak mengelilingi Indonesia sebelum akhirnya mengikuti kuliah lapangan di PT. Badak (Bontang). Disela-sela persiapannya menyelesaikan skripsi, saat ini Eka sedang terlibat sebuah proyek bersama Noe (Letto).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s