PIKET

Ada Banyak cara agar lingkungan di sekitar kita nyaman untuk ditinggali. Salah satunya lewat aktivitas piket yang rutin. Kontrakan Jong Wiratama 3 (JW3) yang selama ini kutinggali melaksanakannya. Dengan berbagai bentuk sistem yang selalu berganti, arahan ini secara konsisten tetap ditaati oleh seluruh penghuni.

Pergantian sistem ini demi menjaga efektivitas dan efisiensi kerja agar mampu memberikan hasil yang maksimal bagi seluruh penghuni kontrakan. Namun, di sisi lain, keinginan ini terkadang tidak diikuti oleh tingkat partisipasi yang optimal disebabkan kelalaian, kesibukan, liburan, atau kontrol yang minimalis.

Beberapa sistem yang pernah diujicobakan di antaranya :

  1. Piket bersama melibatkan 3 orang dengan pembagian tugas yang jelas dan acak sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. Bila tidak mengerjakan akan diberi denda dengan besaran 10 ribu/orang. Setiap penghuni kontrakan diingatkan pada pagi atau sore hari agar tidak lupa dengan tugasnya.
  2. Piket Sendiri dengan job des meliputi seluruh ruangan inti kontrakan, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, dan halaman rumah. Tidak ada sanksi, karena para penghuni kontrakan diingatkan lewat SMS, maupun diingatkan rutin pagi dan malam hari agar tidak lupa mengerjakan
  3. Piket bersama melibatkan 4 orang dengan matriks kerja yang sudah ditetapkan seperti yang sekarang sedang diterapkan. Tidak ada sanksi, namun yang piket diingatkan lewat Twitter, FB, dan setiap saat diingatkan (face to face)

Di luar ini kami tetap melaksanakan kerja bakti secara keseluruhan baik di dalam kontrakan dengan seluruh penghuni maupun dengan warga sekitar dalam jangka waktu tertentu.

Mekanisme piket ini menyadarkanku tentang banyak hal, pertama, kelemahan individu dalam menjalankan peran dan tanggung jawab. Kedua, pentingnya kerja sistem untuk menutupi atau mengurangi tingkat kesalahan individu. Ketiga, kontrol, baik orang yang bertanggung jawab terhadap sistem yang dibangun maupun hasil yang diharapkan dapat tercapai.  Dalam konteks kehidupan di kontrakan, 3 hal ini menjadi dasar diberlakukan piket. Kelihatannya kecil, namun bila kontrakan atau bahkan kosan ditinggali dengan ‘pola seadanya’, dikhawatirkan memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, utamannya, terkait dengan kenyamanan lingkungan.

Aku harus mengakui bahwa diri ini masih termasuk dalam kategori untuk terus dikontrol (diingatkan). Terkadang sering lupa atau sesekali dihinggapi rasa malas karena kelelahan dengan berbagai aktivitas. Sebenarnya klise, namun ini sering menjadi modus operandi bagi diri untuk tidak bertanggung jawab.

Oh iya..di luar piket, kami juga diamanahi beberapa hal, agar kontrakan yang kami tinggali, “bukan sekedar tempat tidur dan makan”. Dalam periode ini, aku diamanahi sebagai koordinator pemberdayaan alumni JW3 dan juga bertugas menjaga keamanan kontrakan.

Mohon doanya blogger, agar aku dan para penghuni kontrakan JW3 amanah dengan tanggung jawab kami ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s