25 Tahun (Bagian-2)

Ketika aku memasuki hari kelahiranku, sebenarnya aku ingin memilih berdiam dan lebih banyak menikmatinya sendiri. Namun, tawaran dari rekan-rekan kampus untuk mengisi forum tidak bisa kulewatkan karena membahas soal Kebangkitan Nasional dan Peran Pemuda.

Bagiku ini tema seksi dan menarik untuk dibahas, mengingat semakin minimalisnya kontribusi kaum muda dalam membangun bangsa.

Di sisi lain, ini mungkin cara yang bijak dan berbeda untuk menikmati usia baruku. Forum sendiri  agak telat, karena panitia berinisiatif untuk menunggu peserta. Tapi, jujur..agak bete aja. Molornya sampe 45 menit..grrr…

Tapi, aku bersyukur disela waktu keterlambatan ini, bisa ngobrol lebih jauh dengan seorang pembicara dari UNRI. Beliau saat ini sedang menempuh S2 di dua kampus yang berbeda, pertama di UGM yakni jurusan Hukum Bisnis dan kedua, di  UII pada jurusan Hukum Islam. Caranya berbicara *dengan logat yang khas* membuatku kangen dengan Medan *sejenak kekecewaanku pada panitia agak teralihkan* Sementara, pembicara satunya, sedang dalam perjalanan karena masih ada agenda di imigrasi.

Acara berjalan lancar akhirnya, tak lepas dari semangat dan antusiasme peserta yang cukup tinggi mengikuti forum. walau lelah, apresiasi yang mereka berikan membuat energiku terkadang terisi kembali tanpa disadari. Subhanallah..indahnya berbagi..

Yang menarik, di akhir-akhir acara, aku dikejutkan dengan sebuah pertanyaan dan pernyataan dari seorang peserta (sebagian peserta cukup kukenal karena mereka para organisatoris kampus), sebelum ia menyampaikan pertanyaan, ia bicara kepada forum, bahwa aku Ulang Tahun..

Seperti disambar geledek! Aku bingung…weleh2, plus deg2an juga..khawatir ‘dikerjain’ dan sebagainya. Alhamdulillah, karena hanya berakhir dengan applause dan senyuman dari mereka, syukurlah.

Belum berhenti sampai di sana, sampai di kontrakan, aku langsung disambut beberapa SMS. Salah satunya SMS dari panitia Pelatihan Pemimpin Bangsa (PPB) #5. Isinya SMSnya kira-kira,

“Mas ada masalah penting, anak-anak sepertinya makin tidak terkondisikan, karena panitia menghadapi beberapa masalah”.

Sebenarnya, aku sudah mengatakan untuk membahasnya esok, karena untuk hari ini, fisikku sudah agak lelah. Selain itu di malam hari masih ada agenda rutin yang harus kupenuhi hingga jam 23.00 WIB. Oh iya, di PPB #5, aku diberi amanah oleh rekan-rekan untuk mendampingi dan membantu mereka.

Jadilah waktu istirahatku pasca ngisi dikampus hanya sekitar 1,5 jam. Waktu ini sebenarnya terlalu singkat, karena di saat yang sama aku diberi amanah untuk menyiapkan materi.

Pilihan alternatif berikutnya, panitia tersebut, aku hubungi agar menjelaskan duduk perkaranya dan solusi sementara sebelum pertemuan esok.

Panitia yang ku telepon, agak sedikit bersikeras ingin bertemu, karena percakapn via ponsel tak akan berarti banyak katanya. Fiuuh…aku hanya terdiam dan tetap berharap mereka bisa bersabar dan berusaha mengatasinya dulu. Karena kondisi pikiran dan ragaku tak memungkinkan membahasnya sekarang dan tiba-tiba.

Si panitia pun terdiam, dan akhirnya kuputuskan mengakhiri pembicaraan.

Eh ternyata…ini lagi-lagi trik, yang berlanjut pada surprise berikutnya dari mereka, Panitia PPB #5. Ba’da Maghrib, aku harus menuntaskan pekerjaan dapur yang menumpuk di kontrakan sebagai konsekuensi amanah piket setiap pekannya untuk para penghuni kontrakan.

Tak berselang lama, aku mulai mengerjakan, Beberapa rekan-rekan alumni PPB #5 telah siap menyambut dan menyiapakan sebuah kue Ulang tahun dan..bernyanyilah mereka di tengah kesibukanku di dapur…

Aku hanya terdiam…bingung…entah harus mengungkapkan apa..karena sudah lama sekali aku tak merayakan hari ini dengan cara seperti ini…speechless *-*

Terima Kasih Ami, Aziz, Azmi, Hanif, Nana..dan semua ‘Indonesia Muda’….^-^

4 thoughts on “25 Tahun (Bagian-2)

  1. ahahaha…sepertinya saya kenal baik si panitia itu mas…ehehehehe…maaf maaas kalo kami sedikit nakal meminta waktu istirahat mas abas… :p
    tapi betewe, tu yang dateng waktu itu : saya, nita, fina, aziz, hanif,,,kalo mereka baca pasti ngakak deeh…😀

  2. Wah sudah bikin Kak Abas speechless nih maaf kan kami, harusnya bisa bikin yang lebih “sadis” lagi ahahahaha

    Buat Ami duitnya ntar yah😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s