Nurul Islam

Adzan kembali berkumandang. Aku pun bergegas menyambut panggilan sang muadzin. Perasaan tenang  selaras dengan suasana rumah Allah bernama Nurul Islam. Tempat yang akrab menemani aktivitasku, selama lebih kurang 7 tahun di Yogyakarta.

Mesjid ini tak banyak berubah selain para jama’ahnya, yang kebanyakan mahasiswa rantau dan takmir (pengurus mesjid) yang silih berganti. Di Ramadhan kali ini, Mesjid Nurul Islam mempercantik diri dengan keberadaan perpustakan dan fasilitas internet gratis via Wifi.

Di sini ada juga pengajian untuk umum yang kembali aktif. Karena selama ini terbatas bagi warga di lingkungan sekitar mesjid. Biasanya pada hari sabtu ba’da shubuh bersama Ustadz Syatori Abdurrauf dan pada hari ahad sore, ba’da ashar bersama Ustadz Awan Abdullah.

Lokasi Mesjid ngga terlalu jauh dari kampus, terletak di Jalan Kaliurang Km. 5,4 atau persis berhadapan dengan Swalayan Putera Kampus dan Warung Makan Sederhana. Jarak dari kontrakan yang berlokasi di Pandega Wiratama sekitar 200 Meter. Jadi, sebenarnya tak ada alasan bagiku untuk tidak shalat di mesjid.

Alasan itu diperkuat dengan penjelasan di bawah ini..

“Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah kelak dalam keadaan muslim, maka hendaklah dia menjaga sholat lima waktu tatkala dia diseru (dengan adzan). Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan sebuah sunnah yang agung, dan sholat berjamaah adalah di antara sunnah tersebut. Seandainya kalian sholat di rumah-rumah kalian, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang belakangan, maka sungguh kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Jika kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, maka sungguh kalian telah berada dalam kesesatan.” (HR. Muslim)

Shalat seseorang (di masjid dengan berjama’ah) itu dilebihkan dengan 25 derajat dari shalat yang dikerjakan di rumah dan di pasar. Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu mendatangi masjid, tak ada keinginan yang lain kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah pun kecuali Allah mengangkatnya satu derajat, dan terhapus darinya satu kesalahan…” (Muttafaqun ‘alaihi, dari shahabat Abu Hurairah)

Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah, tatkala tidak ada naungan selain naungan-Nya. …Seseorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid…” (Muttafaqun ‘alaihi).

Sebagai tambahan, Mesjid Nurul Islam juga memiliki fasilitas lain yang tak kalah penting, di antaranya papan pengumuman yang cukup update dan untuk keamanan perlengkapan pribadi, disediakan loker.

Menyambut bulan suci Ramadhan, Mesjid Nurul Islam seperti biasa menggelar buka bersama. Sebelum terlaksana, ada kajian menjelang berbuka. Kemudian dilanjutkan Shalat Maghrib dan Isya. Sebelum Shalat Taraweh dan Witir 11 raka’at, ceramah singkat kembali menemani jama’ah seperti halnya pada Shalat Shubuh.

Bagi hidupku, mesjid ini bukan hanya sekedar tempat beribadah. Karena di mesjid ini aku dipertemukan dengan orang-orang istimewa dan luar biasa yang kembali ‘menghidupkanku untuk kedua kalinya’. Aku semakin percaya bahwa di lingkungan yang baik, seburuk apapun diri ini, maka peluang untuk lebih baik atau kebaikan hadir semakin terbuka.

Tempat yang paling dicintai oleh Allah dalam suatu negeri adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim)

Bila harus jujur, kondisi psikologisku pertama kali ketika tiba di kota pelajar ini penuh kegalauan. Selain tidak lulus di semua kampus negeri, kehadiranku di kota ini belum disetujui oleh keluarga. Cukup berat saat itu, namun masa-masa transisi ini kulewati dengan baik atas dukungan orang-orang istimewa dan luar biasa yang sempat kusinggung di atas.

Siapa sih mereka? Gimana ceritanya…aku takkan menyebutkan nama, agar yang membaca ini bisa membuktikannya sendiri dengan mengunjungi Mesjid Nurul Islam ^-^

‘Hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirlah yang akan memakmurkan masjid-masjid Allah.’ -surah At-Taubah ayat 18-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s