TIP TOP SUPERMARKET & DEPT STORE (Bagian Kedua)

Kalau sebelumnya (Bagian Pertama) mengutip petikan wawancara (Alm) Pak Uwo Roesman dengan Majalah Tarbawi, kali ini, akan diulas testimoni dan cerita para konsumen TIP TOP Supermarket. Hal ini dilakukan untuk mengobyektifikasi sekaligus blogger lebih proporsional menempatkan TIPTOP, agar di masa-masa mendatang lebih baik. Aamin.

Kalo mau belanja bulanan yang murah, bisa disini. Yang dijual juga lengkap, setelah capek belanja disekitar tiptop juga banyak jajanan yang enak2. Yang kurang disini cuma masalah parkiran saja, Mungkin kata lainnga, mau dapat barang murah memang perlu perjuangan

(Imam Fachri Chairudin)

harganya murah-murah bgt sih emang kalo dibanding supermarket lain..
tapiiii tempatnya itu lho rame slalu jadi bikin sumpek..
oiya tlg dong di QC masa buahnya kebanyakan udah reject tapi masih dijual sih??? apa karena murah terus kualitas ga diperhatiin gitu???

(ervina anggraini)

Salah satu supermarket yang tidak pernah sepi dari pelanggan. Harga-harga barangnya reletif lebih murah dibanding di hipermarket sekelas Carrefour/Giant. Walaupun masih lebih mahal dibanding pasar tradisional. Promosi yang paling “bagus” menurut gue adalah buy 1 get 1 juice. Hehehe… Nggak selamanya mau sehat itu mahal…🙂 Very recommended deh gan!

(Lucky Nugraha)

Beberapa hari lalu belanja di supermarket tip top, wah ternyata harganya lebih murah, di iringi nasyid lagi. dah gitu ada musholahnya yang sangat indah dan nyaman. toiletnya juga harum dan bersih seperti hotel bintang lima. wah pokoknya rekomendasi deh…🙂

(Renhard)

Pernah lewat Jalan Balai Pustaka, Rawamangun – Jakarta Timur?

Kalau pernah, dan lebih dari sekali, pasti akan lihat supermarket dengan warna khas hijau yang bernama Tip Top Supermarket. Tag line-nya juga khas dan simple (easy to remember). Top Barangnya, Tipis Harganya…

Buat moms, pasti tahu kalau belanja disini lebih hemat. Dan emang cenderung di beberapa SKU (Stock Keeping Unit) atau items, harganya pasti lebih murah. Well, for moms, every penny matters. Right, mom?

Supermarket ini buat para pedagang perantara cukup terkenal. Banyak dari mereka yang datang berbelanja dalam jumlah besar, untuk dijual kembali di warung/toko mereka. Alasannya, margin yang diambil oleh Tip Top sendiri lumayan tipis.

Mungkin prinsip ini yang dipegang oleh Pak Roesman (alm), pengusaha asli pribumi dari Padang, yang lebih mengutamakan kekeluargaan yang everlasting daripada keuntungan besar yang menjauhkan mereka dari para pelanggan.

Karena margin (keuntungan) yang diambil lumayan tipis, maka tak heran kalau toko di Rawamangun (salah satu cabang Tip Top)  selalu ramai dikunjungi. Nah, kalau sedang belanja di akhir atau awal bulan, jangan harap bisa belanja dengan santai. Karena penuh. Belum lagi antrian yang panjang di kasir saat kita hendak membayar belanjaan kita. Itu suasana Tip Top yang dilihat dari kaca mata konsumen atau shopper, yang belanja di toko tersebut.

Nah, kalau melihat dari kacamata supplier, sebenarnya penataan dan display di Tip Top Rawamangun tidak terlalu istimewa. Jika kita masuk, maka kita akan langsung disuguhi deretan pengantre di kasir. Masuk lebih dalam, akan lihat freezer es krim dan frozen food lainnya memanjang sampai kebelakang, area daging dan ikan (area fresh ada di bagian tengah toko. Divisi fresh ini membagi dua toko, sisi kiri untuk grocery food. Dan sisi kanan untuk grocery non-food.

Di lantai 2, yang di-display adalah produk ‘soft lines’ Seperti perlengkapan bayi (kereta dorong, mainan bayi), susu bayi, dan sebagainya. Salah satu supplier susu juga membangun baby corner disitu. Usaha trade marketing yang cukup mengena. Karena selain memberikan edukasi (yang disisipi product knowledge dari susu bayi tersebut), maka akan ada convertion rate. Antara lain karena brand susu bayi yang kuat terpasang disitu, ada kemungkinan besar untuk mencoba produk tersebut sebagai pelengkap. Karena setahu saya, susu bayi termasuk produk FMCG yang susah untuk switch user. It’s all about trust of consumer-shopper to supplier’s goods.

Sisi kiri dari pintu masuk adalah area grocery food. Sisi kanan dari pintu masuk adalah area grocery non-food dan appliances.


Jadi cukup mudah buat shopper Tip Top untuk belanja. Tergantung mulai dari mana. Mau belanja non-food dulu, ya akan bergerak ke sebelah kanan. Selain grocery non-food, juga akan menemukan appliances (peralatan dan perlengkapan). Kalau kita beranjak dari sisi kanan toko ke sisi kiri, well, kita akan menemukan banyak sekali area di toko yang disewa oleh supplier untuk di dress up atau di-branding oleh supplier. Mulai dari pillar, isle (lorong), top gondola/end gondola, floor (lantai). Belum termasuk strip clip, shelf talker, shelf vision, dan sebagainya yang terpasang rapi di sepanjang rak.

Even di COC, deretan chiller, baik itu susu maupun minuman dalam kemasan, berada dalam dress up yang cantik. It’s a beautiful trade marketing vision.

Satu hal yang menjadi ciri khas dari Tip Top Supermarket ini adalah alunan nada Islami sepanjang toko ini buka. Terlebih di suasana Ramadhan kemarin, suasana toko benar-benar Islami. Mungkin ini yang membuat para shopper betah untuk berbelanja disini, dan selalu kembali ke sini.

Tip Top ada 6 gerai. Rawamangun, Pondok Bambu, Pondok Gede, Cimone-Tangerang, Ciputat, dan Depok. Semua punya ciri khas yang sama, Islami dengan corak warna hijau dan kuning. Toko Rawamangun merangkap head office. Di lantai 2.

 Yang terbaru adalah toko di Ciputat. Toko ini adalah peralihan dari lokasi lama (hanya berjarak kurang lebih 1 km), dimana dibuka kembali di gedung yang baru. Brand new building. Dan seperti halnya di toko pusat di Rawamangun, hampir semua bagian bangunan dan area toko sudah disewa para supplier untuk memajang brandingnya. Tetap via in store dress up. Tetap menjadi supermarket Islami yang sungguh cantik.

Surprisingly, independent key account ini adalah salah satu local account kuat. Well, disebut account lokal karena hanya ada di Jabodetabek saja. Tapi apakah ada kemungkinan akan melebarkan sayap ke luar Jabodetabek? Ucapan dengan nada optimis pernah diucapkan oleh Afif Roesman, Marketing Director dari Tip Top Supermarket.

How strong is it?

Well, pernah membandingkan data sales annual antara semua toko supermarket yang ada (nasional), di kategori es krim, Tip Top Rawamangun menduduki top 5 stores. Dimana top 5 itu juga diisi oleh Carrefour Lebak Bulus. A huge hypermarket with great shopper potentials. Kenapa menurut saya Tip Top Rawamangun luar biasa?

Well, anda bisa berkunjung ke kedua toko tersebut, dan bandingkan space-nya. Luas tokonya.

Dan anda akan surprised kalau melihat space untuk es krim hanya 1/10 dari space di Carrefour Lebak Bulus. Bagaimana bisa sales 1 hypermarket national chain store bisa diimbangi oleh supermarket lokal? Jawabannya adalah :

1. Loyal shoppers yang selalu datang dan datang lagi

2. Harga yang sangat masuk akal bagi para ibu-ibu (one of market driver in 2011)

3. Turn over produk yang luar biasa, karena harga yang cenderung murah, di semua kategori

Oh ya, satu lagi. Karena lokasi parkir yang sangat terbatas (terkadang parkir di depan kompleks ruko diseberang toko), seringkali susah untuk mendapatkan parkir saat belanja di Tip Top. Terlebih saat weekend, atau akhir bulan.

Jadi, kalau anda lewat Jalan Balai Pustaka dari arah Jalan Pemuda kearah Rawamangun, dan tersendat, mungkin karena para pelanggan Tip Top Supermarket yang sedang melambatkan mobilnya untuk parkir =)

It’s a strong independent key account, it is.

(copas from http://haryoprast.wordpress.com/2011/09/06/tip-top-a-strong-independent-key-account/ )

5 thoughts on “TIP TOP SUPERMARKET & DEPT STORE (Bagian Kedua)

  1. Dengan Hormat,
    Sudah dua tahun ini saya menjadi pelanggan setia tip top pondok gede, hampir setiap 2 minggu sekali saya berbelanja di sana. Selama ini saya merasa cukup puas dengan pelayanan karyawan disana baik itu kasir, security, penitipan barang, serta bagian informasi yang cukup ramah dan sigap terhadap pelanggan. Selain itu harga barang yang dijual cukup terjangkau dan lebih murah dibandingkan dengan supermarket lain yang pernah saya datangi. Sampai pada hari RABU, 12 OKTOBER 2011 kira kira pukul 21.00 saya merasa teramat sangat dipermalukan serta dikecewakan oleh pelayanan parkir di TIPTOP PONDOK GEDE di parkir belakang tepatnya parkir motor yang ada dibagian belakang. Pada saat itu pos parkir dijaga oleh ibu ibu yang mungkin warga sekitar karena memang tidak pernah memakai seragam parkir. Dalam karcis parkir tertera bahwa ongkos parkir motor adalah Rp 500, Selama ini saya sering memberikan ongkos parkir lebih dari Rp 500, entah itu Rp1000 atau Rp 2000 tanpa meminta kembalian, malam itu saya terburu buru karena cuaca memang sedikit gerimis sementara saya membawa anak bayi umur 1 tahun, saya memberikan ongkos parkir Rp 500, tanpa di duga duga dia mengejar saya sambil berteriak teriak dan bekata “kalau ga ada mending gausah ngasih sekalian” didepan banyak orang, terus terang sebagai costumer saya merasa sangat kecewa dan dipermalukan pada akhirnya saya memberikan ongkos parkir Rp 5000 tanpa minta kembalian. Toh kalaupun memang ongkos parkir sudah naik pun bisa disampaikan dengan baik baik dan cara yang sopan. MOHON DI TINDAK LANJUTI hal ini bisa saja terjadi pada costumer lain dan bisa saja menimbulkan dampak buruk terhadap citra pelayanan tiptop itu sendiri. Setelah kejadian ini saya menjadi agak malas untuk kembali berbelanja disana mengingat hal ini cukup membuat saya malu karena terjadi di depan banyak orang Tolong dipertegas kalau memang ongkos parkir bukan Rp 500 kenapa pada karcis tertulis demikian,dan kenapa warga sekitar diperbolehkan untuk menjaga pos apalagi dengan pelayanan yang seperti tidak punya etika. Bukankah tiptop punya staff parkir resmi???
    Terima kasih atas perhatiannya.

    Regards,

  2. Baik Mba, segera akan ditindaklanjuti, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    Terima kasih atas pengertian dan perhatian Mba, semoga Tiptop ke depan bisa lebih baik. Aamiin.

  3. Sy skrg tinggal di Madiun dulu prnh merantau di Jakarta tepatnya di cipinang kebembem selama hampir 10 thn dan sampai skrg msh kangen ma swalayan Tip Top Rawamangun krn dekat tmpt kos hampir tiap hari ke Tip Top entah itu belanja ato sekedar lihat2 barang, karena harga yg bener2 miring, dan juga alunan lagu raihan yg sampe skrang teringat, sukses buat Tip Top Swalayan yang slalu mengenang.

  4. Tapi yang kurang nya dari tiptop adalah hrga di pajangan nya tidak jelas, dan ada juga yg tidak tertera harga nya, saya jadi harus bertanya ke spg nya atau mengecek di tempat cek harga nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s