Pemuda Indonesia, Ayo Bangkitlah!

Dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda, kami mendapat kesempatan wawancara ekslusif bersama Majalah Nur Hidayah Solo. Berikut petikan hasilnya :

1. Bagaimana kondisi pemuda masa kini dalam konteks kebangsaan?

Cukup ironis kondisinya. Kita bisa melihat begitu banyak berita soal pengangguran, penyimpangan perilaku, kenakalan dan lain-lain yang intinya jauh dari harapan bangsa. Hal ini terjadi karena dua faktor besar, pemudanya sendiri dan masyarakat di sekitarnya.

Dari aspek pemuda, pemuda kurang mengasah diri untuk berkembang menjadi lebih baik. Sedangkan masyarakat tidak memberi peluang bagi mereka untuk belajar lebih banyak. Jembatan yang menghubungkan dua aspek ini adalah keluarga. Peran keluarga sangat penting dalam perkembangan pemuda. Jadi, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan kondisi pemuda saat ini.

 

2. Apa tantangan yang dihadapi oleh para pemuda Indonesia?

Tantangannya sangat majemuk dan kompleks. Kalau pada tahun ’45, musuhnya jelas. Pasca itu, kita menghadapi ‘dua lawan’ sekaligus, ada dari kalangan sendiri yang menjajah (pribumi yang tidak peduli) bangsanya. Misalnya, politisi yang korup, birokrat yang tidak profesional, pengusaha yang hanya sibuk memperkaya dirinya, dan sebagainya. Kedua,  neokapitalisme dan imprealisme asing dan yang fokus mengeksploitasi cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup rakyat di negeri ini.

 

3. Kemampuan apa yang harus dimiliki pemuda Indonesia untuk membangun bangsa dan negara Indonesia?

Ada tiga kemampuan mendasar yang harus dimiliki pemuda, yaitu: intelektual (kompetensi dan inovasi), emosional (kematangan sosial), dan spiritual (integritas). Ketiganya saat ini didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sangat pesat, sehingga, menjadi lebih mudah diakses dalam kaitannya dengan pengembangan diri seorang pemuda. Artinya, tak ada alasan bagi pemuda masa kini untuk tidak lebih baik dari generasi pendahulunya.

 

4. Apa pesan Anda kepada pemuda Indonesia masa kini?

Pertama, tentukan visi dengan jelas. Untuk meraih tujuan atau segala cita-cita perlu didukung dengan visi. Hal ini penting agar aktivitas yang sedang dijalani bukan sekedar rutinitas atau sebatas kuatintas, namun memiliki kualitas yang insyaAllah membuat diri menjadi lebih baik atau mampu ‘menghidupi kehidupan’.

Visi yang baik mampu terintegrasi dalam setiap perilaku, perbuatan, dan ucapan. Bukti ini sebagai buah dari komitmen diri untuk serius dan fokus meraih tujuan atau segala cita-cita.

Kedua, milikilah kompetensi, hal ini berkaitan dengan kemampuan kita dalam olah pikir, jiwa dan raga. Misalnya, bila ada kesempatan meraih pendidikan, maka sekolah-lah setinggi mungkin, terus asahlah kemampuan dengan belajar dan tidak cepat berpuas diri.

Ketiga, integritas, yaitu kesesuaian antara perkataan dengan perbuatan. Terutama dititik beratkan dalam hal kejujuran, di mana saat ini kejujuran mulai hilang dari para pemimpin bangsa.

Keempat, sinergi dengan orang atau kelompok lain. Sehebat atau secerdas apapun kita, tetap dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi massal. Karena idealisme yang dimiliki perlu diterjemahkan dalam berbagai bentuk segi dan dimensi kehidupan di segala bidang oleh para partner atau mitra terkait. Dengan bekerja sama tidak mustahil perubahan ke arah kebaikan akan dapat diwujudkan dalam tempo sesingkat-singkatnya. (Ivn)

http://www.majalah.nurhidayahsolo.com/index.php/wawancara/771-pemuda-indonesia-ayo-bangkitlah.html

3 thoughts on “Pemuda Indonesia, Ayo Bangkitlah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s