S.I.P

Tanggal 22 November 2011 nanti, secara resmi aku akan memperoleh gelar akademik pertamaku sekaligus akan menambah nama yang kusandang selama ini. Ia berwujud selembar ijazah dan transkip nilai bernama S.I.P atau kepanjangan dari Sarjana Ilmu Politik. Namun, istilah ini sering digunakan olehku maupun sebagian orang-orang untuk menyatakan sepakat atau merespon sebuah keberhasilan. sip..sip..hehe.
Akan tetapi S.I.P yang satu ini beda, teramat istimewa. Aku baru bisa memperolehnya setelah menempuh masa studi selama 5 tahun 10 bulan. Ada begitu banyak tantangan yang kuterima di masa-masa akhir menyelesaikannya. Mulai dari sidang pendadaran, revisi, pengurusan administrasi nilai, dan pendaftaran wisuda. Dan Alhamdulillah..akhirnya selesai juga.
IPK ku selama kuliah akhirnya sangat memuaskan yakni 3,54 dengan skripsi bernilai B+. Nilai ini bukan cumlaude, karena untuk mendapatkannya aku terhalang masa studi yang maksimal 5 tahun. Cukup sebanding dengan berbagai penghargaan, tawaran, dan kesempatan yang sampai sekarang kuperoleh.
Dalam kategorisasi (yang kubuat sendiri tentunya..hehe..), aku termasuk kategori dalam lulusan LULUS TEPAT PADA WAKTUNYA. Maksudnya? Tak lain, tak bukan bahwa selesainya masa studiku sesuai dengan momentum dan rencana.
Dua kategori lainnya yakni, LULUS CEPAT WAKTU, berdurasi 3,5-4 tahun, dan LULUS TEPAT WAKTU, 4-5 tahun. Masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan. Dan ukuran ini akan terlihat setelah sang mahasiswa selesai di wisuda. So, blogger milih yang mana?
Yang jelas, setelah selesai wisuda, otomatis, kita tidak memiliki status, oleh karenanya profesi atau aktivitas pasca lulus akan menjadi identittas baru yang melanjutkan memori kolektif orang-orang di sekitar kita. Oleh karenanya, memastikan masa depan pasca kampus, idealnya bukan dilakukan saat menjelang akhir, namun, sejak awal kehadiran di kampus.
Mau apa sih saya? Gimana cara saya meraih cita-cita itu? Trus prospek pengembangan karirnya? Atau sekolah aja yaa…
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan menghiasi diri atau mengikuti seorang mahasiswa menjelang masa studinya berakhir. Semakin fasih menjawab pertanyaan itu, tentunya akan semakin baik bagi dirinya. karena jadinya akan terbentang banyak alternatif. Ia Bukan hanya sekedar nyari kerja atau sekolah doang. Karena kebanyakan wajah lulusan kampus demikian. Akhirnya apa…pendidikan hanya sekedar status!
Jadi wajar, bila mahasiswa masih menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar di negeri ini.
Aku kembali harus bersyukur, selama pengembaraanku sebagai mahasiswa akhir, aku diberi banyak kesempatan olehNya untuk mengasah potensi yang kumiliki. Yaa..aktivitas yang selama ini cukup sering kujalani dan kulatih sedemikian rupa bila akan melewati akhir pekan.
Mulai dari mengisi forum kepemudaan maupun remaja, menjadi trainer kemahasiswaan, menulis buku (lagi seleksi sebuah penerbit terkemuka nasional..mohon doanya boys/girls biar lulus. Aamiin) hingga menulis artikel di beberapa kolom/portal. Tak jarang beberapa proyek analisis politik dan asistensi research kuperoleh secara independen dari jaringan yang selama ini dikelola.
Lumayanlah buat menutupi pengeluaran sekaligus nabung dikit bagi persiapan menyambut masa depan.
Jadi, ngga zaman, bila di masa sekarang, mahasiswa menderita. Apalagi masih ada beasiswa! tinggal milih pula! karena variannya beragam. Bila masih ada mahasiswa yang mengeluh dengan statusnya, ini sungguh TERLALU! Ujar Bang Rhoma.
Yang belum lulus atau baru masuk kampus, segeralah berputar haluan. Berfikir ulang. Karena aktivitas di ORGANISASI menjadi menjadi salah satu cara paling efektif memperolehnya.
Emang apa sih manfaat organisasi?
a.     Ilmu
Di organisasi ada banyak bidang dan kegiatan yang hadir. Kita bebas memilih atau dipilihkan (bila masih galau, labil, dan lebay..hehe).  Bidang dan kegiatan yang ditekuni, idealnya relevan dengan potensi yang dimiliki. Bukan sekedar ikut-ikutan atau ..SEKEDAR! Tentunya ini seru banget, karena kita jadi tau diri sendiri
b.     Pengalaman.
Di tempat ini ilmu yang kita peroleh akan di kampus akan diuji apakah ia terbukti dan relevan dengan realitas. Bila tidak, maka peran perbaikan/perubahan semakin terbuka untuk dilakukan. Baik itu di dalam organisasi maupun di masyarakat. Jadi, lebih awal memahami pola dan berinteraksi yang hadir bersamanya, maka akan semakin optimal kemanfaatan yang bisa diberikan.
c.      Jaringan
Di organisasi, kita diberi kesempatan besar membangun jaringan. Apakah lewat kegiatan, bidang yang ditekuni, maupun kesamaan latar belakang kampus yang dimiliki. Organisasi menjadi media efektif untuk menjadi perantara yang menerjemahkan emosi ini. Dengan sendirinya, akses kita terhadap masa depan semakin terbuka.
d.     Beasiswa
Hari ini, pemerintah maupun swasta memberi porsi khusus bagi aktivitas organisasi sebagai syarat menerima beasiswa, baik S1, S2, dan S3. Hal ini tak lain disebabkan semakin rendahnya kualitas karakter mahasiswa yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Jadi, sambil menyelam minum air, maka seorang organisatoris sebenarnyan adalah orang-orang berkualitas karena didukung oleh sumber daya tanpa batas.
Bila masih ada masalah dengan nilai (IP) atau komunikasi dengan keluarga, bisa menjadi tanda tanya, karena aktivitas di organisasi belum terintegrasi dengan kegiatan akademiknya. Proporsi ini penting, karena amanah utama yang melekat bersama kita adalah LULUS dan Menjadi yang Terbaik di kampus. Dan ini sangat mungkin terealiasi oleh mereka yang aktif!
Akumulasi inilah yang sampai hari ini terus bersinergi dan berinteraksi dengan diri ini. Kadang bingung dan heran, koq gini..gitu..koq bisa yaa…tapi, yang jelas, setelah ditelusuri, ini investasi lama yang dilakukan selama aktif di kampus.
Enak banget lo..SUMPAH! kuliah GRATIS! keliling Indonesia GRATIS! Ikut konferensi ke luar negeri juga GRATIS! Koq kebanyakan gratis yaa…hehe. (lengkapnya cross check di author profile or CV).
Oh iya..dalam kesempatan ini aku juga ingin kembali menghaturkan terima kasih kepada Allah SWT yang karena-Nya lah skripsi ini dapat terselesaikan. Cukup dramatis, karena menjelang detik-detik akhir penutupan periode wisuda November, tanggal 24 Oktober 2011, barulah semua nilai skripsiku keluar.
(Sekedar info blogger, di UGM, periode ada 4 kali, yakni bulan Februari, Mei, Agustus, dan November).
Subhanallah…tanpa rahmat dan hidayahNya, tidak mungkin penulis menyelesaikan skripsi ini. Sholawat dan Salam bagi Nabi Muhammad SAW, teladan kolektif bagi umatnya yang telah membawa era baru kejayaan peradaban umat manusia.
Di sisi lain, selama penulis menuntaskan skripsi ini, ada begitu banyak bantuan dan dukungan dari semua pihak, sehingga karya ini bisa tuntas. Pada kesempatan ini penulis ingin kembali mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini.
  1. Prof. Pratikno, M.Soc. Sc. Ph.D, Dekan FISIPOL UGM sekaligus teladan bagi penulis
  2. Prof. Drs. Purwo Santoso, MA, Ph.D, Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM sekaligus Pembimbing Kelompok Kuliah Kerja Nyata Sorong Selatan-Papua Barat 2009 & Mentor yang tak lelah memberi banyak inspirasi
  3. Drs. Abdul Gaffar Karim, MA., Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIPOL UGM sekaligus dosen penguji yang memberi banyak masukan dalam skripsi ini
  4. Drs. Haryanto, MA., dosen pembimbing yang selalu memberikan banyak pembelajaran kepada penulis mulai dari masa penulisan sampai selesai.Terima kasih atas kesabaran dan pengertian Bapak menerima berbagai kekurangan diri yang hadir selama interaksi kita selama ini.
  5. Dr. Rer Pol. Mada Sukmajati, S.IP, MPP., dosen penguji penuh dedikasi yang memberi banyak pembelajaran dan inspirasi.
  6. Kepada seluruh Dosen dan Asisten Jurusan Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM. Mas Hanif yang ‘ikhlas’ diganggu selama proses penyelesaian skripsi ini. Mas Bayu yang setia memprovokasi agar cepat lulus, Sang “Eagle Flies Alone” (Alm) Riswanda Imawan yang begitu banyak mengubah diri penulis. Pak Josef Riwu Kaho, Pak Pratikno, Mas “Conny” Cornelis Lay, Pak Bambang Purwoko, Mas Nanang Indra Kurniawan, Mas Wawan Mas’udi, Mas “Achong”Miftah Adhi Ikhsanto, Mas AAGN Ari Dwipayana, Mbak Nur Azizah, Mbak Novadona Bayo, Mas Sigit Pamungkas, Mas Utan Parlindungan, Pak I Ketut Putra Erawan, Ibu Ratnawati, Ibu Sri Djoharwinarlien, Mbak Amalinda Savirani, dan Pak Maschuri Maschab, terima kasih atas dedikasi dan kesabarannya, dalam mendampingi saya melewati berbagai proses intelektual di kampus sampai akhirnya mampu menikmati sekaligus menyelesaikan skripsi ini.
  7. Bapak Sardjono, yang telah banyak membantu segala urusan administrasi di Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIPOL UGM.
  8. Karyawan/Karyawati Tata Usaha FISIPOL UGM, terutama Mas Helmi yang dengan sabar melayani urusan administrasi penulis selama ini.
  9. Seluruh Aktivis Mahasiswa Jayapura, Makassar, dan Yogyakarta, yang sudah rela meluangkan waktunya untuk menjadi narasumber bagi skripsi ini.
  10. Teman-teman Jurusan Ilmu Pemerintahan 2005 yang telah banyak memberikan dukungan  selama penulisan skripsi ini.

Kepada Keluargaku, (Alm) Papa Agus Harianto, Mama Aidar, dan Adik Muhammad Reza, terima kasih atas cinta yang selama ini diberikan. Semoga selalu ada kesempatan untuk memberikan kebahagiaan dan kebanggaan, walaupun itu tetap tidak mampu membalas pengorbanan yang telah kalian berikan.

Kepada keluarga besar (Alm) Abdul Munaf, (Alm) Supono, dan (Alm) Roesman Maamoer, atas berbagai bantuan yang telah diberikan kepada saya dan keluarga.

Kepada calon istri yang setia menanti,  semoga kau mengerti apa arti skripsi ini dan semua yang sudah kulakukan untuk ‘mereka’.

Kepada keluarga besar Tanoto Foundation, terima kasih atas perhatian, bantuan, dan kerjasamanya, dalam memudahkan usaha saya menyelesaikan skripsi dan menunaikan berbagai kewajiban di UGM. Semoga, semakin banyak lagi, putra-putri terbaik bangsa yang dapat menerima beasiswa ini.

Kepada keluarga besar Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri, terima kasih atas berbagai pelatihan dan pembelajaran kepemimpinan, beasiswa, dan “Visi itu”, Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta. Saya semakin tersadarkan atas keniscayaan tanggung jawab dalam memajukan negeri ini di masa mendatang.

Kepada Bapak Fasli Jalal (Wakil Menteri Pendidikan Nasional Periode 2009-2011) dan DIKTI, terima kasih atas ‘sumbangsih akhir’ yang diberikan dalam membantu dan memudahkan terselesaikannya skripsi ini tepat pada waktunya.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan UGM: Bapak Sudjarwadi (Rektor) dan Bapak Sentot (Direktur Kemahasiswaan), atas dukungan dan motivasinya. Beberapa Mentor yang selama ini setia mendampingi dan membina capaian-capaian hidup saya: Musholli (Direktur PPSDMS Nurul Fikri), Anies Rasyid Baswedan (Rektor Paramadina), Emilia Dewita Rusman (Komisaris PT Tiptop Supermarket),  Ratih Loekito (Direktur Tanoto Foundation), Muhammad Qodary (Direktur Indo Barometer),  Bima Arya Sugiarto (Ketua DPP PAN Bidang Komunikasi Politik), Roby Muhammad (Pakar Jejaring Sosial UI), Elmir Amien dan Tatty Elmir (Pembina Forum Indonesia Muda), Ganjar Widiyoga (Pembina Forum Lingkar Pena Yogyakarta), Eko Prasetyo (Penulis Seri Buku Orang Miskin), dan Saktia Ariseno, “Salman al Jogjawi”

Terima kasih kepada rekan-rekan Jurusan Politik dan Pemerintahan UGM. Widya Priyahita, Dini Suryani, dan Ulya Niami Jamson atas prakarsa awal Forum Skripsi Bersama kita. Randi Muchariman, S. Bela Nagari, Nilam Hamiddani, Diany Ayudana, Anggarani, Sudiana Sasmita, Wiwit Prinawati, Nizam Zulfikar, Arya Budi, Ika Kurnia Riswandari, Ridwan Budiman, Primi Suharmadhi Putri, dan Nailatalmuna Nitrasatri Atmaja atas segala dukungan dan kerjasamanya selama ini.

Kepada rekan-rekan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UGM-Sorong Selatan 2009. Tanpa kalian, janjiku untuk terus ‘mengabdi’ untuk negeri ini akan sangat sulit terlunasi. Khusus kepada Bapak Otto Ihalauw (Bupati Sorong Selatan) dan Bapak Suroso Surya (Sekretaris BAPPEDA Sorong Selatan), hanya Allah yang bisa membalas kebaikan dan ketulusan Bapak membantu kami selama ini di Sorong Selatan.

Kepada rekan-rekan Aktivis Mahasiswa dan LSM Yogyakarta yang tersebar di berbagai organisasi, lembaga, aliansi, front, kesatuan, mewakili masyarakat Yogyakarta, saya mengucapkan terima kasih atas darma bakti dan konsistensinya memperjuangkan kebaikan dan melawan kezaliman. Khusus untuk Forum Indonesia Muda, BEM Seluruh Indonesia, BEM KM UGM dan BPPM Balairung terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan kepada saya, sehingga aktualisasi diri untuk selalu memberikan kemanfaatan publik dapat terlaksana sesuai amanah dan tanggung jawab yang ada. Bagi KAMMI Komisariat UGM, terima kasih atas didikan dan pembinaannya, sehingga membuat saya lebih jernih memandang dunia. Saya juga perlu menyebut beberapa nama sahabat, Hanta Yuda, Oce Madril, Agung Nugraha, Muhammad Ridha, Agung Budiono, Muvita Rina, Budiyanto, Arif Susanto, Eka Nugraha, Danang Prasetyo Utomo, Archie Reinantie, Wulan Prima, Siti Amriya, Diah Proboningtyas, Unggul Sudrajat, Ramdhan Fahrony, Aulia Rachman Al Fahmy, dan M. Syarif Hidayatullah atas dukungan dan kebersamaannya.

Para Indonesia Muda yang setia berbagi cerita, inspirasi dan prestasi untuk negeri ini, jangan pernah bosan melanjutkannya saudara-saudariku. Rully Charitas IP, Sofwan Assegaf, Ronald Hutagalung, Fely Hilman, Danang Yogisworo (Mesjid Nurul Islam Brotherhood), Abustomih (UNJ), Shofwan Al Banna Choiruzzad, Heggy Kearens & Oki Setiana Dewi (UI), Dwi Arianto Nugroho, Shana Fatina Sukarsono, Goris Mustaqim Ridwansyah Yusuf Ahmad (ITB)Danang Ambar Prabowo (IPB), Gunawan (UNS), Sigit Nursyam (UNY), Baban Sarbana, Edo Segara, Ali Wardana, Nastar Abdullah, & Ismoyo Yudho Lukito (Unmul), Maulana Muhammad (UST Jayapura)

Kepada rekan-rekan Asrama PPSDMS Nurul Fikri Kontrakan Jong Wiratama 3 (JW3), untuk semua ‘keunikannya’, jujur, membuatku semakin yakin bahwa di pundak kita-lah nasib bangsa ini dipertaruhkan. Teruslah melalui hidup ini dengan ‘langkah-langkah raksasa’, untuk memastikan bahwa generasi pembaharu itu memang telah hadir di tengah-tengah rakyat kita.

Kepada rekan-rekan The Next Leaders Metro TV-Lead Institute Paramadina, mari kita lanjutkan kontribusi kita di medan yang lebih konkrit lagi. karena masih terlalu banyak problem yang dihadapi bangsa ini. Khusus buat Hariqo Satria Wibawa, jangan pernah lelah memberiku pelajaran dan bimbingan.

Para penunggu Darul Fath yang setia, Ustadz Fathuddin, Muhandis, Fathoni, Danang, Fajar and The Gangs, pertemuan pertama begitu menggoda, selanjutnya, bagiku begitu istimewa.

Kepada rekan-rekan GCM ednovation, terus berkarya untuk perbaikan kualitas generasi bangsa demi terlunasi janji konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Khusus untuk Uda Rio Winanda Tanjung, terima kasih atas berbagai bentuk pembelajaran dan sharing pengalaman hidup, yang tak henti-hentinya diberikan kepada saya.

Akhirnya, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya, kritik dan masukan atas karya ini, penulis nantikan agar bisa menjadi karya yang lebih baik.

Dan harapannya, karya sederhana ini mampu menginspirasi gerakan mahasiswa untuk menjadi lebih baik dalam memberikan manfaat dan semkain konsisten berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

4 thoughts on “S.I.P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s