Mentorship-4

Bulan Januari menjadi waktu paling banyak diisi bloggers. Sedikit berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Maksudnya diisi?

Ya..aku percaya dengan konsep ‘mengisi’ dan ‘diisi’, konsep di mana kita memberi dan kita diberi serta sebaliknya. Bentuknya? APAPUN…berupa ilmu, pengalaman hidup, kesempatan, jaringan hingga materi.

Hubungan ini memastikan bahwa manusia terus beribadah dalam berbagai konteks (Surat Adz Dzariyat:56) secara individual dan tetap bermanfaat secara sosial (HR. Bukhari). Konkritnya?

Jadwalku mengisi ;

14 Januari : UNS (Solo)

22 Januari : Tim #8

26 Januari : UNJ (Jakarta)

27 Januari : Indonesian Future Leaders (IFL) chapter Yogyakarta dan Tim #8

29 Januari : Islamic Book Fair (IBF) GOR UNY

Jadwalku diisi ;

13 Januari : Liqo Darul Fath

14-15 Januari : Bertemu rekan-rekan Indonesia Student Coalition (ISC) di Solo

17 Januari : Bertemu Iman (Ketua BEM FIS UNY)

18 Januari : Bertemu Pak Sudjarwadi (Rektor UGM)

20 Januari : Bertemu Pak Rimawan (Dosen FEB UGM) dan Liqo Darul Fath

25 Januari : Bertemu Hanta Yuda (Political Analyst and Researcher Indonesian Institute) di Depok

Dari aktivitas diisi dan mengisi di atas, aku paling surprise ketika bertemu dengan Iman. Yup, ia mahasiswa UNY yang saat ini diberi amanah sebagai Ketua BEM FIS UNY. Sebelumnya ia juga dipercaya untuk menjadi sekretaris Lembaga Dakwah Kampus (LDF) tingkat fakultas.

Apa yang membuatku terkesan? Kemampuannya mengelola potensi intelektual, spritual, emotional, dan berbagai bentuk kecerdasan lainnya dengan baik.

Selain sebagai ketua BEM Fakultas, setelah ditelusuri ia merupakan atlet panahan berprestasi dan beberapa kali sempat mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Konsistensi prestasinya sejak bersekolah inilah yang membuatnya dapat masuk kuliah dan memperoleh fasilitas asrama secara gratis.

Dengan kegiatan di atas, bagaimana dengan akademiknya? Iman membuktikan bahwa ia tetap mampu cumlaide, sungguh membanggakan!

Pertemuanku dengannya berawal dari intensitasku mengisi forum BEM FIS (dulu FISE) UNY setiap tahun sejak 2009. Puncaknya, sekitar akhir Nov 2010, aku bertemu dengan Iman secara personal dan ia memberiku amanah untuk mengisi forum di jurusannya.

Iman berasal dari Samarinda (Kaltim), cukup jauh memang, namun, tidak jauh berbeda dengan anak-anak rantau lainnya yang kukenal, sosok Iman mengingatkanku pada diri ini di masa lalu, namun sekarang Iman setidaknya membuatnya jadi lebih baik! Semangat, kerja keras, kenyakinan, dan totalitasnya, …begitu terasa.

Aku hanya bisa membantunya sebaik mungkin dan berdoa agar Iman selalu dilindungi dan diberi kekuatan olehNya untuk setia berjuang dan memberikan yang terbaik kepada umat. Aamiin yaa Rabbalalamin.

5 thoughts on “Mentorship-4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s