Indonesia 2020?

Ide ini sudah lama berada di kepala dan akhirnya tertulis juga di sepanjang perjalananku dari Malang menuju Yogyakarta via kereta api Malabar yang bertujuan akhir di Bandung. Aku terinspirasi dan merasa bersyukur dalam satu waktu dapat mengisi dan diisi oleh forum seminar tadi (Sabtu/25 Feb 2012).

Inspirasi gagasan ini berasal dari CK Prahalad, seorang profesor Michigan University berkebangsaan India, yang mampu membuat sebuah blueprint cita-cita untuk pemuda di usia kemerdekaan India ke-75, pada tahun 2022 nanti. Melalui visi ini, pemuda India diharapkannya bersatu untuk mendorong India menjadi aktor utama global

Gagasan CK Prahalad menarik untuk disimak, walau ia telah tiada tahun 2010 kemarin, namun visinya mampu menjadi spirit kebangkitan India. Dalam konteks Indonesia, secara personal, figur CK Prahalad di negeri ini melekat dalam diri Marwah Daud Ibrahim hingga Anies Baswedan dengan visi 2045-nya. Sedangkan secara kolektif, gagasan ini pernah disampaikan oleh Yayasan Indonesia Forum dengan Visi Indonesia 2030 atau Indonesia 2033 oleh Andrinof Chaniago, dkk.

Sampai di sini mengapa ‘visi baru’ lainnya penting untuk dihadirkan?

Pertama, belum ada blueprint yang dihasilkan dan implementasinya dikawal oleh para pemuda. Sehingga, diperlukan sistematisasi gagasan agar visi ini  tak hanya mimpi atau sekedar janji. Tawaran 75 tahun atau 100 tahun kemerdekaan hanyalah batasan, yang bertujuan memastikan generasi muda memiliki respon dan sikap dalam menjawab tantangan global.

Alasan kedua, momentum perbaikan dan perubahan harus diciptakan dan direncanakan. Sejarah bangsa ini adalah cerita tentang itu, mulai sumpah pemuda hingga reformasi bergulir. Visi tentang masa depan Indonesia ini, diharapkan mampu memberikan energi  positif bagi setiap generasi untuk memainkan peranan yang lebih strategis di masa-masa mendatang.

Dengan blueprint  ini, setiap generasi khususnya anak-anak muda Indonesia memperoleh panduan, bagaimana cara terbaik mengelola negeri ini.

Alasan ketiga, konteks yang terus berubah dan bergerak menuju sebuah era baru, meniscayakan perlunya revitalisasi cara dan obyektifikasi peran masing-masing agar janji-janji tersebut segera terlunasi.

Akhirnya, tulisan ini ditutup dengan sebuah pertanyaan klasik, what next? Apa yang harus kita lakukan?

  • Mendiskusikan blueprint Indonesia 2020 untuk membangun titik temu dan kolaborasi aksi strategis para pemuda
  • Membentuk kabinet Indonesia Muda untuk memastikan jalannya pemerintahan 2009-2014 & 2014-2019 profesional dan bertanggung jawab.

Ditunggu tanggapan rekan-rekan semua karena bangsa ini masih memiliki masa depan, mari kita menciptakan dan merencanakannya bersama. Semakin banyak anak muda yang membacanya dan menanggapinya semakin baik…

  1. Mendiskusikan blueprint Indonesia 2020 untuk membangun titik temu dan kolaborasi aksi strategis para pemuda
  2. Membentuk kabinet Indonesia Muda untuk memastikan jalannya pemerintahan 2009-2014 & 2014-2019 profesional dan bertanggung jawab.

Ditunggu tanggapan rekan-rekan semua, karena bangsa ini masih memiliki masa depan, mari kita merencanakannya bersama. Semakin banyak anak muda yang membaca dan menanggapinya semakin baik…

8 thoughts on “Indonesia 2020?

  1. kalo dari mas agung sendiri contoh Indonesian Dreams misalnya apa?
    bisa gak kalo kita sebagiannya berpedoman dari survey IYCS yang dibuat sama kang Goris kemaren? sedikit banyak itu merangkum keinginan anak muda juga..

      1. saya gak tahu..mungkin ada di kang Goris..
        yang dibuka di publik kayaknya intisari yang udah dibentuk jadi Sumpah Pemuda 2.0 aja, bukan rinciannya..😀

  2. Salam kenal, saya haryo FE UI 2008. Saya pertama kali melihat mas di metro kemudian kembali bersentuhan dengan sinar inspirasinya di Forum Indonesia Muda saat mas jadi pembicara.

    Setuju bang! ruh zaman yang berubah menuntut gerakan pemuda untuk melakukan revitalisasi agar tetap relevan dan optimal menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat. Apalagi sekarang gerakan pemuda begitu beragam. Perlu ada upaya “meretas batas”, mengkonsolidasikan gerakan-gerakan tersebut dalam ends walaupun tentu setiap gerakan bisa saling memperkuat dengan means yang berbeda. Kalau forum ini diadakan insyallah saya siap membantu menjadi oc. Kebetulan di kampus sudah “veteran” dan tidak lagi di struktur sehingga insyallah bisa total membantu dengan pikir maupun tenaga.

  3. survey yang diadakan untuk ikut merumuskan sumpah pemuda jilid 2 kemarin menurut saya terlalu sederhana gitu mas.dan lagi, Ekspektasi saya terhadap IYCS kok agak meleset ya, saya kira para pemuda Inddonesia semua walaupun bukan observer bakal mengerti acara ini dan tersosialisasikan, tapi ternyata kok hanya milik forum semata, hee
    iman usman dengan Parlemen mudanya, juga Parlemen muda yang langsung dari program Kemenpora mas, barangkali dalam forum mereka juga sudah ada blueprintnya, barangkali sih ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s