Skema Aklamasi SBY Dinilai Rasional

KoranJakarta

JAKARTA – Pengamat politik dari Poltracking, Agung Baskoro, menilai skema aklamasi dalam kongres Partai Demokrat menjadi pilihan rasional. Saat ini, partai pemenang Pemilu 2009 itu minim figur.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi figur sentral. Bila SBY tak lagi jadi figur sentral, Demokrat kesulitan mempertahankan eksistensi politiknya.

“Saya kira itu pilihan rasional mengingat Demokrat minim figur,” kata Agung Baskoro di Jakarta, Minggu (21/12). Apalagi, kata Agung, tren di banyak partai masih dominan dikuasai tokoh senior.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, menyampaikan keyakinannya bahwa figur SBY mampu mengembalikan kejayaan Partai Demokrat. Kongres Partai Demokrat akan diwarnai desakan dari kader di daerah agar SBY kembali menjabat ketua umum secara aklamasi.

“Tidak ada yang menyangkal kalau Pak SBY sebagai figur perekat dan yang pasti bisa diterima oleh seluruh kader Demokrat. Semua yakin bahwa Pak SBY, dengan segudang pengalaman dan pengetahuan sekaligus memiliki sikap kenegarawanan, sikap tengah yang bijak, akan membawa kembali Demokrat di jalur kemajuan dan masa-masa emas,” terang Ibas dalam keterangan persnya, Minggu.

Politisi asal Dapil VII Jatim itu menjelaskan lebih lanjut adanya aspirasi kader Partai Demokrat di daerah untuk meminta Ketua Umum PD, SBY, tetap bersedia memegang pimpinan PD. Untuk itu, lanjutnya, dinamika menjelang Kongres PD mendatang akan diwarnai desakan kader di daerah agar SBY dipilih secara aklamasi sebagai ketum.

“Kami yakin dinamika yang berkembang pada akhirnya juga akan menegaskan Pak SBY sebagai ketum secara aklamasi yang diterima semuanya,” tambahnya.

Tidak Demokratis

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat yang kini anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, I Gede Pasek Suardika, menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum Partai Demokrat pada kongres Demokrat mendatang.

“Saya maju sebagai calon ketua umum Demokrat karena melihat kondisi ada upaya aklamasi yang dilakukan oleh SBY. Cara-cara ini tidak demokratis. Saya bukan menantang SBY, tapi saya ikut berkompetisi agar demokrasi di Demokrat tidak mati,” kata Pasek di Jakarta, Selasa.

Pasek mengaku maju mencalonkan diri karena tidak ingin Demokrat dikuasai oleh satu keluarga, sebaliknya ingin membangun partai dengan rasa kekeluargaan.

“Partai Demokrat milik semua dan semua memiliki Demokrat, tidak dimonopoli oleh satu keluarga, kesan itu harus dihilangkan. Demokrat harus dibangun dengan semangat kekeluargaaan,” kata Pasek.

Cara-cara yang tidak demokratis yang dimaksud Pasek adalah menjadikan kongres Demokrat tahun depan itu sesuai dengan keinginan SBY, yakni aklamasi. Partai Demokrat akan melaksanakan Kongres III paling lambat Mei 2015. n ags/har/N-1

(Link: http://www.koran-jakarta.com/?26003-skema+aklamasi+sby+dinilai+rasional)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s