Tim 9 Bisa Rekomendasikan Plt Pemimpin KPK

sinar harapan

JAKARTA – Pelaporan terhadap para komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikhawatirkan menciptakan kekosongan pada tampuk kepemimpinan komisi antikorupsi itu. Oleh karena itu, Tim Independen yang beranggotakan sembilan orang bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimungkinkan untuk merekomendasikan sejumlah nama pelaksana tugas (Plt) jika kemungkinan buruk itu terjadi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tim Independen pencari fakta, Jimly Asshiddiqie kepada SH, Rabu (28/1).

Hari ini Presiden Joko Widodo mempertemukan Tim Independen yang terdiri atas sembilan orang itu dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung pukul 10.30 WIB pagi ini.

Selanjutnya Jimly mengatakan, kehadiran Tim Independen dapat memberikan rekomendasi kepada Presiden Jokowi jika memang ada keadaan mendesak untuk mema­sukkan nama-nama Plt pemimpin KPK.

“Kalau akhirnya para pemimpin KPK itu juga ditersangkakan seperti Bambang Widjojanto, bisa saja kami merekomendasikan itu,” ujarnya.

Dia menegaskan, untuk saat ini keberadaan Tim Independen adalah untuk memastikan tidak ada lagi kriminalisasi dalam perseteruan yang melibatkan Polri dan KPK. Karena itu, ia memastikan jika pun dua pemimpin KPK Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain dilaporkan ke Bareskrim, Tim Independen memastikan akan melindungi mereka dari upaya kriminalisasi.

Jimly mengimbau KPK harus tetap bekerja sebagai lembaga pemberantas korupsi. Ini karena KPK, menurutnya, harus tetap menjalankan fungsinya, meski akhirnya laporan ke Bareskrim nanti tetap diproses. Jimly meminta agar pemprosesan itu dilakukan sesudah Desember 2015 nanti. Dengan kata lain, saat masa tugas para pemimpin KPK berakhir.

Dia mengatakan, yang pasti dalam waktu dekat ini, untuk mencari fakta, Tim Independen akan segera meminta konfirmasi kepada pihak KPK dan Polri, lalu mendiskusikan fakta yang mereka temukan.

Terpisah, anggota Tim Indepen­den yang juga mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno kepada SH pagi ini mengungkapkan, pihaknya akan memberikan saran yang terbaik kepada Presiden Jokowi dalam upaya meredam kisruh KPK-Polri.

Hal ini, Oegroseno menuturkan, termasuk mengenai kemungkinan adanya calon pengganti atau Plt pemimpin KPK bila kemudian para petingginya dinyatakan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri. Seperti diketahui, selain Bambang Widjojanto, Bareskrim Mabes Polri jugta telah menerima laporan masyarakat terhadap Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Zulkarnain.

KPK Surati Presiden

Wakil Ketua KPK, Bambang ­Widjojanto, di Jakarta, Rabu dini hari menyatakan, pemimpin KPK segera menyurati Presiden Jokowi terkait statusnya sebagai tersangka di Bareskrim Polri.

“Hal yang saya dengar begini, pemimpin akan buat surat kepada presiden. Saya belum tahu isi suratnya seperti apa. Sebaiknya saya tidak perlu tahu,” katanya.

Bambang menjadi tersangka dengan dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010 di Bareskrim Polri. Jadi, ia pun mengajukan pemberhentian diri sementara kepada pemimpin KPK lain pada Senin (26/1). Namun, surat itu ditolak pemimpin KPK. Artinya, menurut Bambang, ia masih melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin KPK.

Selamatkan KPK dan Polri

Sebelumnya, Ketua Tim yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Ma’arif di kantor Sekretariat Negara, Selasa (27/1) siang mengatakan, pihaknya ingin menyelamatkan bangsa dari pihak-pihak yang mengatasnamakan institusi Polri dan KPK.

“Pokoknya kami ingin selamatkan KPK dan Polri. Jangan dibiarkan negara rusak oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan institusi. Itu nggak bisa. Harus diatasi, pakai akal sehat, hati nurani, dan selamatkan bangsa ini,” ucapnya.

Tentang usulan Tim Indepen­den untuk mengatasi perseteruan KPK dan Polri, Syafii Ma’arif tidak ingin tergesa-gesa karena tim yang dibentuk Presiden Jokowi itu belum memiliki landasan legalitas. Namun ang jelas, Syafii mengungkapkan, Tim Independen akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan persoalan ini kurang dari 30 hari. “Mudah-mudahan kurang dari itu,” tuturnya.

Mensesneg Pratikno mengutarakan, saat ini draf keppres hanya tinggal menunggu ditandatangani Presiden Jokowi. Nantinya hasil kerja Tim Independen 9 ini akan diberikan kepada Presiden Jokowi dalam bentuk rekomendasi dan diumumkan ke publik.

Ditanya apakah Tim Independen 9 tidak akan mengganggu proses hukum yang terjadi baik di Polri dan KPK, Pratikno menjelaskan prinsipnya presiden atau tim tidak akan mengintervensi proses hukum yang sudah berjalan. “Namun, untuk hal-hal yang baru kan bisa dicegah, misalnya kriminalisasi baru. Jadi jangan melebar-lebar supaya ini ada cooling down,” katanya.

Pengamat Politik Pol Tracking Indonesia, Agung Baskoro kepada SH di Jakarta, Selasa siang mengatakan, keberadaan Tim Inde­penden yang dibentuk Presiden Jokowi akan lebih efektif berkontribusi ketimbang Wantimpres.

Menurut Agung Baskoro, Wantimpres perannya hanya sebatas institusi normatif. Sementara itu, fungsi substansinya belum terlihat karena memang lebih menguat akomodasi politik (propor­sionalitas) ketimbang profesionalitas.

(Link : http://sinarharapan.co/news/read/150128029/-div-tim-9-bisa-rekomendasikan-plt-pemimpin-kpk-nbsp-div-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s