5 Syarat Menjadi Pemburu Beasiswa


..“beasiswa diberikan bukan kepada orang yang pintar, tetapi, untuk mereka yang tekun dan berdedikasi untuk meraihnya”.

Suka atau tidak, beasiswa pada saat sekarang ini telah berubah dari sebuah kebutuhan, menjadi pelengkap bagi suksesnya pembelajaran di perguruan tinggi. sehingga, sangat disayangkan, bila mereka yang kuliah tidak memperoleh beasiswa dalam skema apapun. Karena, beasiswa kini bukan hanya diberikan bagi mereka yang membutuhkan bantuan finansial, namun juga, bagi mereka yang serius menata masa depannya setelah lulus dari kampus. Oleh karenanya, ada beberapa syarat, bagi kamu yang ingin mendapat beasiswa atau menjadi pemburu beasiswa. Berikut syarat-syaratnya :

  1. Niat Kuat

Berbuat kebaikan dalam bentuk apapun harus punya niat. Hanya saja, bila kamu sudah bertekad sebagai pemburu beasiswa, niat harus benar-benar kuat. Kesungguhan niat ini nantinya akan membuktikan bahwa kamu adalah orang yang beda dari yang lainnya. Karena, bisa jadi usaha pertama, kedua, atau bahkan ketigamu dalam meraih beasiswa berakhir gagal. Sehingga bila niatmu tidak kuat, otomatis menyerah menjadi pilihan paling logis. Niat kuat ini bisa lebih hidup, saat kamu membayangkan wajah kedua orang tuamu yang bersusah payah mencari nafkah atau kamu bisa melihat langsung, rekan-rekanmu yang banyak berubah hidupnya (baca : lebih baik) karena menerima beasiswa.

   2. Melek informasi

Tugas utama seorang pemburu beasiswa adalah mencari, mengumpulkan, dan memilih beasiswa dengan skema terbaik. Selain wajib untuk mencari informasi beasiswa di internet, kamu juga bisa update informasi seputar beasiswa di Direktorat Kemahasiswaan di universitas atau bahkan, di fakultas kamu masing-masing secara rutin. Hal lainnya yang juga sangat penting adalah, kamu harus meluangkan waktu untuk membaca setiap papan pengumuman yang berada di fakultas/universitas, karena, di sana sering muncul pola beasiswa yang berbeda dari skema yang biasa ditawarkan para pemberi beasiswa pada umumnya, yang biasanya hanya terkait biaya akademik atau biaya hidup. Beasiswa-beasiswa yang ditawarkan di luar skema kampus tersebut kebanyakan berupa beasiswa penyusunan skripsi/penelitian, beasiswa tempat tinggal di asrama, magang bekerja, beasiswa pengembangan kepemimpinan, dan lain-lain.

18765693_10155572702374095_4875607854540735455_n

  1. Rajin bertanya

Bertanya merupakan aktivitas utama kamu saat menjadi mahasiswa. Ini tentu berbeda, dengan saat-saat kamu masih duduk di bangku sekolah. Karena, seringkali seluruh informasi sudah tersedia dan dikelola terpusat oleh sekolah. Sementara, karena, di kampus sifatnya otonom antar bagian atau fakultas, kamu secara otomatis harus rajin menjemput informasi apapun termasuk beasiswa. Solusinya, para dosen, kakak tingkat atau bahkan alumni, bisa menjadi tempat kamu bertanya segala macam hal mulai tips kuliah, hidup hemat atau memperoleh beasiswa sekalipun. Karena, mereka semua sarat pengalaman dan telah melalui fase yang sekarang kamu jalani. Dengan bertanya, kamu telah membuat waktumu lebih efisien dan pembelajaran yang kamu lakukan bisa berlangsung efektif.

  1. Kerja Tekun

Saya percaya satu hal, ketika ingin mendapatkan beasiswa, mantra ini seakan sakti dirapal, untuk membulatkan tekad, “beasiswa diberikan bukan kepada orang yang pintar, tetapi, untuk mereka yang tekun dan berdedikasi untuk meraihnya”. Ketekunan adalah syarat mutlak bagi pemburu beasiswa. Ketekunan yang dimaksud adalah bagaimana kamu mempersiapkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan baik, aktivitas organisasi yang tepat, hingga skor tes Bahasa Inggris kamu yang tinggi. Kesemuanya membutuhkan waktu dan prosesnya menguji kesabaran.

Ketekunan-lah yang pada ujungnya membuat seseorang menjadi besar dan mampu memberikan banyak manfaat bukan hanya untuk dirinya. Tercatat sosok Bill Gates, Warren Buffett atau di tanah air, kita bisa kenal sosok Sukanto Tanoto dengan Tanoto Foundation, atau Ciputra dengan Universitas Ciputra – nya, mampu melangkah lebih jauh berkat ketekunan membangun usahanya, sehingga, tidak hanya sekedar sukses, namun secara bersamaan menjelma menjadi filantropis yang peduli pada pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat miskin -> Perihal Ketekunan

  1. Doa

Sebagai pemburu beasiswa, kamu harus sering berdoa atau minta didoain oleh orang tua khususnya Ibu. Karena doa ibu, terbukti sepanjang zaman, mampu menundukkan dunia. Dan, satu hal yang saya juga percaya, semakin banyak kamu menolong oang lain, maka, bisa jadi, dari bibir mereka-lah niat dan usaha kamu banyak dipermudah ke depannya. So, menjadi pemburu beasiswa sebenarnya, mengajak kamu untuk lebih menggali potensi-potensi diri kamu yang selama ini belum terekpose dengan maksimal dan berikutnya bagaimana potensi itu dapat berubah dalam bentuk kemanfaatan kepada orang banyak.